Terang Kristus


Ilustrasi Foto: myinnermystic.wordpress.com

Keselamatan terjadi bukan hanya karena mentaati Hukum Taurat semata; dimana banyak orang yang hidup demi hukum namun tidak peduli kepada penderitaan sesama dan melupakan belas kasih Tuhan. Hukum bisa membutakan hati kita.


Yesus memperbaharui hubungan manusia dengan Allah; dari hubungan hamba dan tuan menjadi hubungan anak dan Bapanya. Allah yang jauh menjadi Bapa yang dekat dan mengasihi.


Kasih Allah sebagai Bapa yang murah hati, penuh pengampunan; dan kasih-Nya abadi tanpa syarat. Inilah yang diwartakan dan diwujudkan Yesus dalam hidup-Nya.


Yesus, Firman Allah di dunia menyucikan manusia dari dosa, setan, penyakit bahkan kematian. Terang tidak lagi ditaruh di bawah gantang namun dipasang di atas kaki dian supaya bercahaya di tengah dunia.


Dinyatakan lagi dalam kemuliaan di Gunung Tabor diantara Musa dan Elia

"Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia"

(Matius 17:5)


Dan puncaknya adalah saat Yesus bangkit mengalahkan kegelapan maut. Terang kebangkitan membuka tabir kehidupan abadi bahwa Yesus Kristus adalah Firman Allah yang Kekal bagi mereka yang percaya.


"Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayalah engkau akan hal ini.?"

(Yohanes 11:25-26)


Hidup abadi inilah terang sejati; dan Yesus Ktistus satu-satunya jalan keabadian dari Allah Bapa-Nya. Apabila hidup kita di dunia hanya berakhir pada kematian maka sia-sialah hidup kita.


"Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya"

(Ibrani 13:8)


Dia tetap hidup hari ini.


Bagi orang beriman kematian sudah tidak ada lagi. Jadi tidak ada lagi ketakutan akan kegelapan maut; karena oleh Kasih Kristus kita diberi hidup-Nya yang abadi. Dan kehidupan abadi sudah dimulai saat sekarang ketika kita percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Allah kita.


Kerinduan manusia yang terdalam adalah hidup abadi. Mereka mencari jalan menuju surga, nirwana karena menyadari bahwa hidupnya sementara seolah sia-sia. Banyak jalan ditawarkan menuju keabadian rumah Allah. Ada jalan tol yang harus dibayar dengan karma perbuatan, amal dan ibadah dan segala bentuk askese.


Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Dia jalan menuju Allah Bapa.

“Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

(Yohanes 14:6)


Ini bukan janji namun bukti; dan hidup-Nya sendiri telah menjadi bukti bahwa Dia wafat disalib dan bangkit, hidup abadi. Inilah terang yang menerangi kegelapan kematian.


“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup”

(Yohanes 8:12)


Paskah adalah kemenangan terang yang mengalahkan kegelapan hidup manusia yang masih berada dalam gelap dan meraba-raba mencari jalan menuju terang. Hanya yang datang dari atas bisa membawa kembali menuju atas.


“Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia, Aku bukan dari dunia ini”

(Yohanes 8:23)


Mari kita berjalan menuju Terang Kristus yang selalu menjadi lentera kasih bagi sesama untuk kemuliaan Allah Bapa.



- RD. Rochadi Widagdo