Tak Ada Kasih Tanpa Saling Mengampuni


Ilustrasi Gambar: njartscouncil.org


Tak ada yang sempurna dalam setiap anggota keluarga. Paus Fransiskus dalam renungannya tentang keluarga mengatakan, tak ada suami yang sempurna, tak ada pula istri yang sempurna, bahkan tak ada juga anak-anak yang sempurna.


Mengapa demikian? Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah, dan kita adalah manusia tak lepas dari segala kelemahan. Maka, pengampunan menjadi kunci dari sebuah keluarga yang harmonis. Ketika setiap anggota keluarga mau mengampuni satu sama lain, persis di sana mereka mengakui kelemahannya sekaligus memaafkan kelemahan orang lain pula.


Apa yang diucapkan Paus Fransiskus baik pula menjadi renungan bagi keluarga kita. Keluarga menjadi tempat pertama di mana iman bertumbuh. Dan iman sendiri tak lepas dari apa yang disebut dengan kasih.


Oleh karena itu, hendaknya di dalam keluarga ditumbuhkan semangat mengasihi. Dan tak ada kasih tanpa sikap mau saling mengampuni serta mau mengakui kelemahan kita.


Pengampunan bukan perkara yang mudah. Sebagai manusia pasti sulit untuk dapat melakukan hal teraebut. Kesulitan untuk mengampuni berakar pada adanya persepsi negatif dalam diri seorang terhadap orang lain. Hal inilah yang membuat kita sulit untuk mengampuni. Kecurigaan, dengki dan benci adalah pikiran-pikiran yang membuat kita sulit untuk mengampuni. Oleh karenanya, melalui rasa syukur akan segala hal yang kita alami, kita dapat memiliki kasih untuk mengampuni.


Sama seperti Allah yang telah mengampuni dan mengasihi manusia, kita pun diajak untuk ma mengampuni semua orang yang ada di sekitar kita. Semoga teladan keluarga kudus Nazareth sungguh menjadi inspirasi bagi kehidupan keluarga kita. Tuhan memberkati.



RD. Angga Sri Prasetyo

copyright parokivianney.org

Managed by