Simbol: Ungkapan Iman


Ilustrasi: www.catholicherald.com

Dalam kehidupan sosial, manusia tidak lepas dari simbol dan kerap menggunakan simbol dalam pengekspresian diri. Simbol sering kita temukan entah di jalan, di sekolah, di rumah sakit serta di rumah ibadah. Ada maksud yang terkandung dalam setiap simbol tersebut.

Sebagai orang beriman, kita juga menggunakan simbol sebagai wujud pengungkapan iman. Contoh sederhana adalah setiap memulai dan mengakhiri kegiatan, kita selalu memulai dengan tanda salib. Dengan membuat tanda salib, kita diingatkan bahwa kita adalah orang-orang yang telah ditebus dan diselamatkan melalui peristiwa salib yang dialami oleh Tuhan Yesus Kristus.


Simbol dalam penghayatan iman Katolik juga nampak jelas dalam sakramen yang kita amini sebagai tanda dan sarana kehadiran Allah yang menyelamatkan manusia. St. Agustinus menyebutkan bahwa sakramen berarti rahmat yang tidak kelihatan dalam bentuk yang kelihatan. Dalam Gereja Katolik terdapat tujuh sakramen di mana Allah hadir pada setiap fase kehidupan manusia:

  • Sakramen Baptis (Sakramen Permandian) merupakan sakramen pertama yang diterima oleh seseorang yang hendak menjadi anggota Gereja Katolik secara resmi dan menjadi pintu untuk menuju sakramen lainnya. Sakramen Baptis memberikan penghapusan dosa awal serta terikat secara kekal dengan Kristus.

  • Sakramen Ekaristi (Sakramen Komuni) merupakan sakramen yang boleh diterima oleh anak berusia minimal 9 tahun dan telah dibaptis Katolik. Pada saat penerimaan komuni untuk pertama kalinya, setiap penerima diwajibkan untuk mengikuti pembinaan yang biasa disebut katekese. Ekaristi merupakan puncak persatuan kita dengan Allah di dunia dan menjadi jantung dari iman Katolik.

  • Sakramen Krisma (Sakramen Penguatan) merupakan sakramen yang bertujuan untuk menguatkan dan memperkokoh rahmat Sakramen Pembaptisan serta memperbarui janji baptis. Sakramen Krisma diterima oleh setiap umat Katolik yang telah dibaptis dan sudah menerima Sakramen Ekaristi.

  • Sakramen Pertobatan (Sakramen Rekonsiliasi/Pengakuan Dosa) merupakan sakramen pengampunan dosa atau berdamai dengan Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat umat-Nya. Melalui pengakuan dosa kepada Imam, dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah sebab Allah memberikan kuasa kepada para rasul yang saat ini adalah para imam untuk mengampuni dosa umat-Nya.

  • Sakramen Pekawinan merupakan sakramen yang diterima oleh laki-laki dan perempuan atas persatuan hidup yang intim dan cinta dalam perkawinan. Sakramen ini memberikan rahmat yang dibutuhkan bagi kedua mempelai untuk mecapai kesucian dalam kehidupan perkawinan mereka dan “Dengan demikian mereka bukan lagi dua, melainkan satu” (Mat 19: 16).

  • Sakramen Imamat (Sakramen Tahbisan) merupakan sakramen panggilan untuk menyerahkan hidupnya, fokus dalam pelayanan kepada Allah. Sakramen ini hanya dapat diterima oleh pria beragama Katolik dan telah dibaptis, serta memenuhi syarat gerejawi.

Sakramen Perminyakan merupakan sakramen yang memberikan pengampunan dosa, kesembuhan, penghiburan, kekuatan, kedamaian dan keberanian serta persiapan untuk kehidupan kekal.




-Chiko Namang