copyright parokivianney.org

Managed by

Raja Damai


Ilustrasi: steemit.com

Sejak lama manusia merindukan damai. Mereka mencarinya dan harapan, kerinduan akan damai menjadi gambaran lukisan yang indah tentang damai. Dua gambar dan lukisan diberikan kitab suci terpajang di ruang batin kita. Pandangi dan nikmati keindahan lukisan damai, biarkan katakata berkata membimbing kita menuju sumbernya. Pertemuan kita dengan raja damai, Melkisedek dan Yesus Kristus memberikan berkat damai dalam hidup kita.


Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah. (Ibr 7: 2-3)


Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambing pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja damai. (Yesaya 9:2-5)


Baca dan baca dan hanya baca dua nas di atas, biarkanlah kata-kata bergema. Dan gemanya membahana berubah menjadi lukisan damai. Dan lukisan menjadi cerita. Dan ceritera menjadi nyata, meresap masuk ke dalam jantung dan nafas hidup rohmu. Damai adalah kualitas batin.




RD. T.A.M Rochadi Widagdo