Menjadi Alter Christus di Zaman Now


Ilustrasi: www.superbookindonesia.com

Di dalam berita Kompas.com tanggal 29 Agustus 2021, Paus Fransiskus mengajak umat Kristiani untuk berpuasa dan berdoa bagi masyarakat yang ada di Afganistan. Ungkapan yang menarik bagi saya dari Paus Fransiskus ini berisi, “Saya meminta semua orang untuk terus membantu mereka yang membutuhkan dan berdoa agar dialog dan solidaritas dapat membawa hidup berdampingan secara damai dan persaudaraan yang menawarkan harapan bagi masa depan negara itu.” Dari ungkapan tersebut, saya mendapatkan inspirasi yang sederhana, yakni Paus Fransiskus mengajak seluruh umat Kristiani untuk melawan ketidakadilan dari pengrusakkan martabat manusia dengan peran dan fungsinya masing-masing.


Saya rasa, kutipan pesan Paus Fransiskus tersebut, dapat dipahami dengan membaca 1 Kor. 12:12-31. Perikop ini sangat menarik untuk digali dan dibahas karena mengajak kita untuk memandang manusia itu sebagai martabat yang luhur; juga menyadarkan kita sebagai manusia mempunyai peran yang sangat istimewa di dalam karya keselamatan Allah.


Manusia Mempunyai Martabat yang Luhur

Paulus mengambarkan Kristus sebagai kepala tubuh dan kita sebagai anggotanya. Artinya, setiap manusia yang hidup pasti mempunyai peran sangat istimewa di dalam karya keselamatan Allah. Kalau semua manusia tidak mempunyai perasaan dan akal budi, maka manusia tidak ada bedanya dengan robot. Dengan demikian, manusia itu istimewa karena memiliki akal budi dan perasaan.

Saya merefleksikan bahwa setiap manusia itu mempunyai martabat yang luhur dari awal hidup hingga akhir kehidupannya. Manusia mempunyai martabat yang luhur karena manusia itu secitra dengan Allah (Kej. 1:27). Oleh karena itu, setiap manusia harus menghargai sesamanya. Menjadi bagian tubuh Kristus itu berarti memandang sesama manusia sebagai citra Allah yang sangat istimewa.


Manusia Mempunyai Peran di dalam Karya Keselamatan Allah

Dalam 1 Kor. 12:19-27, Paulus memberikan penjelasan bahwa setiap manusia pasti mempunyai peran untuk menjadi agen keselamatan Allah. Paulus mengambarkan peran dari masing-masing anggota tubuh seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk bernafas, dan kaki untuk bergerak. Dari kutipan ini, St. Paulus mengajak setiap orang untuk sadar bahwa dirinya dipanggil oleh Allah untuk berperan di dalam dunia ini.

Peran setiap orang untuk karya keselamatan itu berbeda-beda, tetapi tujuannya hanya satu yakni memuliakan Tuhan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menjadi agen keselamatan. Cara-cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjadi agen keselamatan Allah di dalam kehidupan sehari-hari adalah bersikap adil di dalam keluarga, masyarakat, dan juga pekerjaan.


Menjadi Agen Kristus di Zaman Now

Inspirasi Rasul Paulus mengajak kita untuk menjadi menjadi agen keselamatan Allah di dunia ini. Cara-cara yang dapat kita lakukan sebagai agen Kristus di zaman ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan dan bersikap saling menghargai di rumah. Lalu, berdoa bersama di dalam keluarga. Dengan demikian, nama Tuhan semakin dimuliakan di dunia ini.




-fr. Christopher Mikael-