Magnificat


Ilustrasi Gambar: www.stmarksirving.org

Magnifikat adalah doa pujian yang didaraskan atau dinyanyikan. Magnifikat adalah kebiasaan orang Israel membaca kitab suci, mazmur atau doa dengan cara dilantunkan atau dinyanyikan sebagaimana Bunda Maria melantunkan atau menyanyikan doa pujian seperti yang terdapat dalam Injil.


Lalu kata Maria:

"Jiwaku memuliakanTuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.

Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Lukas 1:46-55 (TB)

Kidung Maria nyanyian penuh sukacita, karena pengakuan akan Allah yang berkuasa memerintah, memelihara dan menyelamatkan mereka yang berkenan kepada-Nya. Pengenalan akan Allah sangat menentukan arah hidup orang beriman.


Siapakah Allah yang kita sembah?

Uskup Leo Soekoto mengutip kata-kata Rasul Paulus yang mempunyai semboyan scio qui credidi (saya tahu siapa Allah yang aku percayai). Mgr. Leo Sukoto, SJ menggembalakan Keuskupan Jakarta dengan tegas karena memahami untuk membawa umat Keuskupan kepada Allah yang dia kenal.

Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

2 Timotius 1:12


Bunda Maria hidup sebagai golongan orang Anawim yang hidup miskin demi Kerajaan Allah. Bunda Maria mewariskan kekuatan iman dan sikap taat, takwa, teguh, takluk dan takut kepada Allah yang berkuasa memerintah, memelihara dan menyelamatkan. Perkataannya yang sangat terkenal adalah “Viat Foluntas Tuas” atau terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.


Spiritualitas Bunda Maria mengalir kepada sang anak, Tuhan Yesus yang menyerahkan seluruh hidup-Nya untuk melakukan kehendak Allah Bapa. Hidup untuk melakukan kehendak Bapa-Nya.

Dia yang bersabda;

Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki dan dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.

Matius 12:50


Demikian pula Santo Yohanes Maria Vianney mengatakan: “Tujuan hidup kita diciptakan Allah di dunia ini untuk mengenal, mencintai dan melakukan kehendak Allah yang memiliki dan memerintah dunia”.


Bunda Maria memberi inspirasi group band The Beetles ketika menghadapi masa sulit dimana terciptalah lagu “let it be”. Bunda Maria adalah rembulan di waktu malam yang membawa terang ketika kita berada dalam kegelapan.


FIAT FOLUNTAS TUAS memberi kekuatan harapan bagi ribuan orang beriman.

Selalu ada harapan bagi orang beriman dan kegelapan malam akan lenyap saat matahari terbit.




-RD. T.A.M. Rochadi Widagdo-

copyright parokivianney.org

Managed by