Kita Bhineka, Kita Indonesia, Kita Bersatu



Puji syukur pada Tuhan sebagai umat Katolik kita hidup di Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Bagi umat Katolik Pancasila adalah berkat dari Allah karena sesuai dengan kehendak Allah yang memberikan hukum utama dan terutama.


"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" Matius 22:37-39


Dalam Pancasila terkandung kasih pada Tuhan (sila 1) dan cinta kepada sesama dan diri pribadi (sila 2-5). Mengamalkan Pancasila berarti melakukan Hukum Tuhan yang utama. Pancasila membantu kita mengejawantahkan Hukum Kasih sebagai hukum yang terutama secara vertikal dan horizontal...


Bagian terpenting dari mengamalkan Pancasila adalah membangun komunitas kasih yang bebas dari ketakutan. Di dunia ini ketakutan merajalela seperti orang takut sakit, takut miskin, takut tidak berkuasa, takut tidak terjamin hidupnya, takut kehilangan... pendek kata takut melahirkan ancaman, permusuhan, dan agresivitas.

Cinta melenyapkan ketakutan...


Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya - 1 Yohanes 4:18-21.


Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas yang terdiri dari beragam suku bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama; namun semua keberagaman itu sesuai dengan dasar negara kita PANCASILA dengan pemersatu Bhinneka Tunggal Ika harus kita hormati dan imani karena sejalan dengan Hukum Kasih yang merupakan hukum yang terutama dalam ajaran Tuhan Yesus. Seperti tubuh kita memiliki beragam anggota tubuh dengan tugas masing-masing yang saling melengkapi dan sama pentingnya. Semuanya merupakan beragam karunia namun satu tubuh yang tidak dapat dipisahkan; malahan saling melengkapi.


"Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus." 1 Korintus 12:12


Sungguh sangat memprihatinkan kalau masih menemukan manusia yang bangga dengan kotak-kotak dan garis batas yang tebal dan merasa saya lebih daripadamu; karena Yesus menciptakan manusia dari tanah dan diberikan hembusan nafas kehidupan dari nafas-Nya sendiri; tanpa wakil, tanpa asisten. Bila kita menghargai nafas yang diberikan Yesus kepada domba-dombanya di dunia dengan nafas yang sama tanpa privilege maka layaklah kita mencintai saudara-saudara kita dengan cara pandang dan perlakuan yang sama, saling menghargai, saling menghormati dengan penuh Kasih yang diajarkan Yesus.


Kiranya kita sebagai umat Katolik harus selalu mengimani ajaran Yesus yang terutama "KASIH" dan dasar NKRI "PANCASILA" dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Maka NKRI yang kita cintai akan mencapai Harmoni dalam Perbedaan yang patut selalu kita jaga dan kita bawa dalam doa kita agar NKRI ini dapat menjadi berkat bagi kita semua.




RD. T.A.M. Rochadi Widagdo

copyright parokivianney.org

Managed by