Kebangkitan Yesus adalah Kemenangan


Ilustrasi: www.biblestudytools.com

Misteri iman Katolik adalah kebangkitan Tuhan. Memahami rahasia kebangkitan Yesus, akan kita mengerti bila kita menerima Yesus dan mencintai Yesus. Melalui cinta, kita bersatu, sehati, seperasaan, dan sepikiran dengan Yesus. Kita mencintai karena mengenal Yesus dan mengalami cinta-Nya.


Ketika kita mencintai seseorang, kita ikut mengalami pengalaman orang yang kita cintai. Kegembiraan dan sukacita orang itu menjadi kegembiraan kita. Kesedihan, rasa sakit, bahkan kematian orang itu juga menjadi kesedihan, rasa sakit, dan kematian kita. Kita dipersatukan oleh cinta Tuhan Yesus dengan seluruh hidup diri-Nya. Tuhan Yesus memberikan semua hidup-Nya, tubuh darah, dan Roh KudusNya, juga sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya, agar kita hidup mulia bersama Dia. “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” (1 Korintus 12: 27).


Kita menerima kebangkitan Yesus karena kita semua adalah anggota Tubuh Kristus yang hidup karena Roh Kristus. “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” (Roma 8: 11).


Di dalam kasih Kristus, kita tidak hanya mengetahui bahwa Yesus bangkit; lebih daripada itu kita ikut serta mengalami kebangkitan Yesus. Para murid Kristus terlebih Bunda Maria, mengalami kehidupan Yesus; hidup sengsara wafat, dan kebangkitan-Nya. Mereka menyaksikan mukjizatmukjizat, sengsara, wafat, kebangkitan, dan kehadiran Roh Kudus Kristus. Sebagai murid atau pengikut Kristus, kita telah dipersatukan oleh Roh Kudus melalui sakramensakramen Gereja dimulai dari Sakramen Baptis. Dalam Gereja Katolik yang kudus, kita percaya persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal karena itu kita hidup, mati, dan bangkit bersama Kristus.


Pengalaman rohani seorang suster yang diizinkan Tuhan Yesus berjumpa dengan ibunya tercinta, yang telah dipanggil Tuhan melalui doa jalan salib. Pada saat ibunya sakit, suster itu pernah marah kepada ibu, sehingga dia merasa berdosa berkepanjangan. Beberapa kali suster itu mengaku dosa namun rasa bersalah terus membebani. Kemudian dia berdoa jalan salib memohon kepada Tuhan yang membangkitkan orang yang percaya untuk bertemu dan memohon maaf kepada ibu. Puji Tuhan doanya dikabulkan; ketika berdoa dia merasa sangat bahagia, dia percaya ibu telah bangkit bersama Yesus dan memaafkannya.


Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yohanes 11: 25-26). “Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari cinta kasih Kristus; Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”(Roma 8: 35). Mari kita mengimani Kebangkitan Kristus dan menjaga iman dan diri kita karena kita merupakan anggota Tubuh Kristus.




-RD Rochadi Widagdo-