Jadikanlah Aku Pembawa Damai

Diperbarui: 4 Mei 2019


Foto: Komsos

Doa St.Fransiskus dari Asisi

TUHAN, jadikanlah aku pembawa damai. Bila terjadi kebe ncian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih. Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan. Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan. Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran. Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian. Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan. Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang. Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.


Ya Tuhan Allah, ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur; mengerti daripada dimengerti; mengasihi daripada dikasihi;

sebab dengan memberi kita menerima; dengan mengampuni kita diampuni, dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal. Amin.



Damai mulai dari dalam hati kita. Yesus datang ke dunia untuk menjadikan dunia damai sejahtera.  Penyebab rusaknya dunia adalah dosa yang bersumber dari kuasa kegelapan,  si jahat,  setan.


Yesus mengembalikan kerajaan Allah, damai sejahtera, menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa dan kuasa kegelapan.  Penebusan Tuhan Yesus menyeluruh dan total hingga kita dibebaskan dari dosa asal.  Penebusan sampai ke akar kedosaan yang bermula sejak Adam. Maka Yesus juga disebut Adam baru yang memulihkan hidup Ilahi yang rusak karena dosa Adam

Kehadiran Yesus sejak kelahiran hingga kebangkitan-Nya untuk menyelamatkan kita dan membebaskan kita dari dosa dan kuasa kegelapan serta memberikan damai dan hidup kekal. (Bdk Filipi 2:1-11)


Fransiskus Assisi mengalami perjuangan panjang untuk mengenal cinta kasih Kristus.  Dia hidup dalam pesta pora, kemabukan dan hawa nafsu namun tidak menemukan kedamaian.  Semuanya berakhir dengan kehampaan; kelimpahan yang dinikmati adalah kekosongan.  Hingga berjumpa dengan seorang kusta yang memohon belas kasih; kemudian diberikan hartanya dan diciumnya si kusta itu dan hatinya mengalami damai.


Fransiskus Assisi membuka hati pada kehadiran Tuhan dalam diri seorang miskin dan kusta.  Hati Fransiskus terbuka kepada Tuhan yang terus membimbingnya. Dia meningggalkan segala kemewahan dunia mengikuti suara: “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat” (Matius 10:7).


Dia hidup miskin, menolak harta warisan orangtua dan hidup dengan mengandalkan belas kasih Tuhan.  Dia bersama dengan para pengikut mendirikan ordo Saudara Dina.

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Matius 5:3)


Damai adalah buah dari pelayanan.  Pelayanan adalah buah dari kasih. Kasih adalah buah dari iman. Iman adalah buah dari doa.

dan Doa buah dari keheningan yang bersumber dari kekosongan; menghampakan diri.

Yohanes menyambut Yesus dengan mengosongkan diri pergi ke padang gurun berpakain kulit onta, makan belalang dan madu hutan.


Marilah menjadi Pembawa Damai bagi Allah dan ciptaan-Nya; dengan kerendahan hati,  kemiskinan dan pengosongan diri Yohanes Pembaptis dan St. Fransiskus Assisi. Hanya pada Tuhan Yesus kita menyembah, percaya, berharap dan mengasihi; karena Dia adalah Raja Damai.



RD. T.A.M. Rochadi Widagdo

copyright parokivianney.org

Managed by