In Persona Christi


Ilustrasi: fineartamerica.com/

Konsili Vatikan II bersumber dari Kitab Suci dan tulisan awal Bapa Gereja merefleksikan tentangImamat. Seorang Imammenerima tugas dari Kristus dalam 3 (tiga) matra yaitu:

  1. Munus Docendi (tugas pengajaran)

  2. Munus Sanctificandi (tugas menguduskan)

  3. Munus Regendi (tugas memimpin/ menggembalakan)

Tugas rohani ini tidak terbatas pada liturgi dan peribadatan; namun lebih luas dalam tata keloladunia Munus Docendi (TugasPengajaran) Munus Docendiatau Tugas Pengajaran ini tidak terbataspada ilmu dan ajaran Gereja; namun Guru (digugu lan ditiru atau menjadi teladan). Imam menghadirkan Pathos Allah (Pengalaman Kesatuan dengan Allah) dalam hidupnya melalui kata dan perbuatan menjadi lebih enunciative (lebih meneguhkan, memberi semangat dan mendukung) dan denunciative (koreksi atau teguran). Munus Sanctificandi (tugas menguduskan) Munus Sanctificandi atau Tugas Menguduskan adalah menghadirkan Misteri Ilahi melalui berbagai sakramen dan doa; namun Imam sebagai bejana tanah liat harus secara terus-menerus menguduskan dirinya sendiri. Munus Regendi (tugas memimpin/ menggembalakan) Munus Regendi atau Tugas Kepemimpinan atau menggembalakan rohani bukanlah kepemimpinan duniawi demi uang, nama baik, kekuasaan politik apalagi hawa nafsu. Sebagaimana Yesus Kristusada di dalam dunia namunberasal dari Allah Bapa. Sekiranya kamudari dunia tentulah dunia mengasihi kamusebagai miliknya. Tetapi karenakamu bukan dari dunia melainkan Aku telah memilihkamu dari dunia, sebabitulah dunia membenci kamu. (Yohanes 15:19) Seperti yang dikatakan SantoGregorius sebagai Paus:Servus servorum Dei atau Hamba dari para hamba Allah yang terlihat pada Misteri Kamis Putih di mana Misteri Sakramen Imamat di dalam Ekaristi; Yesus membasuh kaki para murid- Nya.


Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Yohanes 13:14-17 (TB)


Imam sebagai In Persona Christi atau Imitatio Christi ingin mengikuti jejak Kristus seperti Kristus dalam jiwa pelayanan, kerendahan hati demi kasih dan kehadiran Kristus yang menyelamatkan dunia; bukan demi nama, kuasa dan harta.


Penyangkalan diri dan memanggul salib adalah tantangan yang terus-menerus dihadapi; itulah pertobatan dan pengudusan diri. Kehadiran Kristus yang mulia, kudus dan abadi dalam manusia lemah dan rapuh seorang Imam.


Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. (2 Korintus 4:7)


Berdoalah bagi para Imam agar tidak jatuh dalam pencobaan.


Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Matius 26:41 (TB)




- RD Rochadi Widagdo-