Ibu, Inilah Anakmu...


Ilustrasi: https://twitter.com/VGPaintings/

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu.” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya Bapak, Ibu dan Saudara/I terkasih, ada hal menarik dari peristiwa kisah sengsara Yesus yang diambil dalam Injil Yohanes, terutama pada perikop Yesus disalibkan. Dari kutipan Yohanes 19: 26-27, ada tiga poin penting yang dapat kita cermati bersama:


1. Bagaimana Maria, ibu Yesus dan murid yang dikasihinya setia menunggu dan mendampingi di bawah kaki salib Tuhan.

Dari sini terlihat bagaimana Bunda Maria begitu mencintai anaknya sampai akhir. Dimulai dari peristiwa Maria mendapatkan pesan ataupun kabar dari Malaikat Tuhan dan menerima perintah dan perutusan dari Allah untuk mengandung Putra-Nya. Dari sini, kita melihat keyakinan dan panggilan Bunda Maria sebagai Bunda Allah yang nampak di dalam kesungguhanya untuk mengandung, melahirkan, merawat hingga akhirnya menjadi murid Tuhan yang sejati, dan tentu saja dengan perjuangan St. Yusuf yang setia di dalamnya. Hal yang sama terlihat dari para murid yang setia mendampingi Yesus hingga akhir. Semoga kita semua tetap setia mengikuti Yesus seperti Bunda Maria dan murid-Nya.


2. Bagaimana Yesus menyampaikan kepada ibuNya dan murid-murid yang dikasihi-Nya. “Ibu, inilah, anakmu.” ,”Inilah ibumu!”

Murid-murid Yesus rela meninggalkan apapun yang mereka miliki untuk menjadi pengikut Kristus dan membantu pewartaan Kerajaan Allah. Para murid memang selalu melihat apa yang Yesus lakukan. Dan Yesus senantiasa meyakinkan para murid lewat banyak peristiwa mengenai Firman Allah yang hidup. “Inilah perintah-Ku, hendaklah kamu saling mengasihi seperti aku mengasihi Bapa, dan Bapa mengasihi Aku”. Sebuah perintah penyerahan yang kudus, agung dan suci. Sebuah tanda keberanian dan ketaatan kepada Allah. Dapat direfleksikan dengan untuk menyerahkan seluruhnya kepada Allah, apapun yang kita miliki untuk Tuhan.


3. Bagaimana muridmurid Yesus menerima Maria di rumah mereka masing-masing

Ketika para murid menerima ibu Yesus dengan penuh sukacita, maka mereka bertanggung jawab menjaga ibu Yesus. Tidak hanya itu, penerimaan Maria di dalam rumah murid Yesus memiliki dampak yang besar hingga saat ini. Maria pun menjadi penguat bagi murid-murid Yesus, yang setia menemani dan mendampingi para murid hingga hari kebangkitan sampai Yesus naik ke surga. Dari sini kita diajak untuk menerima dan menjalankan tanggung jawab apapun itu dengan sepenuh hati dan yakin bahwa Tuhan bekerja di setiap usaha dan tanggung jawab kita. Yesus mewartakan Kerajaan Allah kepada ibu dan murid-murid-Nya, dan kita semua menjadi saksi atas sejarah itu. Semoga lewat pesan Yesus yang bangkit, naik ke surga dan kehadiran Roh Kudus, kita semua dimampukan untuk mewartakan Kerajaan Allah. Kita semua tetap setia mengikuti Yesus, menerima perutusan dari Tuhan sesuai dengan tanggung jawab, talenta dan apapun yang kita miliki untuk melayani lewat keluarga, gereja dan sekitar kita, menjalankannya dengan penuh sukacita dan penuh keyakinan atas rahmat Allah yang selalu menyertai kita. Salam sehat, salam dalam Tuhan, dan damai beserta Anda semua.




-RD Didit Soepartono-