Hic Et Nunc

Diperbarui: 11 Mei 2019


Foto: Komsos/ Rio


Di sini dan sekarang


Gereja “Anak Domba” Santo Yohanes Maria Vianney, Cilangkap yang berada di bawah panji Anak Domba Allah dan perlindungan Santo Yohanes Maria Vianney telah mencapai usia 20 tahun pada tahun 2018 ini.


Usia 20 tahun adalah usia perkembangan menuju kematangan kepribadian; dari segi karakter sudah nampak lebih mantap dan memiliki cita-cita yang lebih jelas. Kita tidak muda lagi, tidak lagi mencari identitas diri, sudah melewati proses trial and error atau semangat coba-coba. 


Bila diumpamakan sebagai rumah, seperti apakah gereja kita? Apakah seperti Rumah Sakit yang di dalamnya banyak orang sakit; namun banyak mujizat kesembuhan di dalamnya? Atau seperti tangsi tentara dimana rumah sederhana dengan penjagaan yang kuat; atau seperti istana Presiden dengan sedikit penghuni yang sepi dan formal? Atau seperti pasar atau mall yang banyak orang berdagang? Atau seperti biara sebagai tempat orang suci berdoa dan sedikit berkarya?


Gereja “Anak Domba” Santo Yohanes Maria Vianney adalah rumah pertobatan. Berbondong-bondong orang datang untuk berdoa, berobat, mengaku dosa dan mengaku percaya pada Yesus Sang Anak Domba Penebus Dunia. Rumah yang penuh syukur atas Kasih Allah yang membayar lunas surat dosa manusia.


Semangat bertobatan dari Santo Pelindung memimpin Gereja menuju pemenuhan janji Allah “di atas bumi seperti di dalam surge”. Kesucian adalah semangat syukur atas Kasih Yesus Penebus, yang hidup dalam ketertiban, sederhana dan penuh suka cita. 


Komunitas Gereja sedang menancapkan semangat ketertiban hidup kudus yang penuh rasa syukur di tengah berlimpahnya kebijaksanaan local; dari Jawa, Flores, Batak , Sumba, Cina, Betawi dan masih banyak lainnya. Kekudusan adalah jiwa Gereja - kehadiran Anak Domba, yang penuh belas kasih pengampunan dosa, pembebasan dari roh jahat dan penyembuhan dari berbagai penyakit dan kelemahan. 


Hidup Kudus mengalahkan dunia kebodohan, kemiskinan dan kemerosotan moral. Ketertiban Kerajaan Allah , Kerajaan Anak Domba, ketertiban Gereja “Anak Domba” Santo Yohanes Maria Vianney dimana tertib berjalan sesuai keteraturan kehendak Allah, tertib makan, tidur , sekolah, kerja, berdoa, berorganisasi, administrasi, bertetangga, menggereja, bernegara, dan semua segi kehidupan.


Semangat kasih, pengampunan dosa, kekudusan, penyembuhan, kerukunan dan ketertiban hidup diman anak-anak  muda kita berkembang kuat, bertambah cerdas dan bijaksana; saudara-saudara yang kurang mampu mendapatkan kehidupan yang layak hingga tidak ada yang berkekurangan dan Gereja kita yang indah, megah terpelihara, bersih, rapi telah menjadi tempat perziarahan yang dirindukan banyak orang.


Mari kita wujudkan Gereja "Anak Domba" Santo Yohanes Maria Vianney, Cilangkap menjadi gereja dengan berkat pertobatan sesuai yang didengungkan Santo Yohanes Maria Vianney yang hadir di tengah masyarakat; dan biarlah semua mahluk hidup menyembah Yesus Sang Anak Domba Penebus kita. 



Selamat Lustrum ke-4. RD. T.A.M. Rochadi Widagdo

copyright parokivianney.org

Managed by