Devosi: Mencari, Menemukan dan Memiliki Allah


katolisitas.org

Devosi merupakan salah satu kekayaan iman dalam gereja Katolik. Devosi memang bukan sesuatu yang pokok seperti perayaan sakramen-sakramen lainnya. Namun, devosi membantu umat menghayati dan menghidupi iman dalam keseharian. Devosi dalam gereja Katolik ada banyak bentuknya, dan yang populer adalah Devosi kepada Bunda Maria. Setidaknya, gereja menyediakan dua bulan dalam satu tahun sebagai waktu yang diberikan untuk berdevosi kepada Bunda Maria, yaitu bulan Mei dan bulan Oktober. Dari berbagai kesempatan yang gereja telah sediakan ini, kita dapat merenung dan bertanya pada diri kita, mengapa kita berdevosi? Bagaimana kita berdevosi?


Kita bisa belajar devosi dari hidup seorang ibu yang membaktikan diri untuk anak dan keluarganya. Salah satunya adalah Bunda Maria yang memiliki perhatian luar biasa terhadap Yesus, Putra-Nya. Injil Lukas 2: 41-52 bercerita tentang Yesus yang tertinggal di Bait Allah setelah mereka sekeluarga merayakan Paskah di Yerusalem. Dikisahkan bahwa Yesus tinggal di Yerusalem tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya. Maria dan Yusuf baru menyadarinya dalam perjalanan dan membutuhkan waktu selama tiga hari untuk mencari, menemukan dan membawa Yesus pulang bersama mereka. Kita mungkin bisa merasakan bagaimana hati Maria dan Yusuf setelah tahu bahwa Yesus tidak bersama mereka dalam jangka waktu selama tiga hari itu. khawatir, cemas, takut, kehilangan, pusing, dan lain-lain. Kita bisa tanyakan kepada orang tua kita, apa yang terjadi saat orang tua tidak mendapatkan kabar dari anaknya selama berhari-hari padahal anaknya masih kecil?


Jangankan selama tiga hari, ketika saya masih duduk di kelas 6 SD dan pulang cukup larut, sementara masa itu belum ada handphone untuk komunikasi, apa yang terjadi dengan ibu saya? Beliau berkeliling ke rumah beberapa teman dan tidak menemukan saya. Sampai akhirnya, saya menemukan ibu saya duduk lemas di depan rumah sambil menangis karena sejak siang tidak mendapat kabar tentang saya. Maksudnya, kita dapat membayangkan bagaimana hati orang tua yang begitu khawatir dengan situasi anaknya yang tanpa kabar. Lalu, mengapa itu terjadi? Tentu ini merupakan cinta, dan cinta mendorong setiap orang untuk membaktikan diri pada pribadi yang dicintainya.


Dalam kisah hilangnya Yesus di Yerusalem, kita pun dapat menemukan bakti diri Maria kepada Yesus, Putra yang dicintainya. Ada tiga hal yang dilakukannya, yaitu mencari, menemukan dan membawa pulang bersama-sama. Maria mencari Yesus selama tiga hari dalam cinta, rindu dan khawatir yang bercampur aduk. Maria menemukan Yesus, bertanya dan jujur mengungkapkan cemasnya seorang ibu. Maria membawa pulang Yesus dengan gembira dan tenang. Belajar dari Bunda Maria pada kisah tersebut, kita dapat merenungkan bahwa devosi adalah gerakan membaktikan diri kepada Allah. Ada tiga hal yang dilakukan, yaitu mencari, menemukan dan membawa pulang (menjadikan milikku).


Pertama adalah mencari. Devosi didasarkan atas kerinduan rohani kepada Allah. Setiap orang boleh mencari bentuk devosi yang sesuai dengan situasi diri. Bentuk-bentuk devosi pun banyak, seperti devosi kepada bunda Maria, Devosi kepada Yesus Kristus, atau kepada para Santo-Santa tertentu. Devosi diawali dengan kerinduan mencari Allah dalam hidup sehari-hari.


Kedua adalah menemukan. Dalam proses pencarian tersebut, kita menemukan satu atau dua bentuk devosi yang sesuai. Tentu, bukan hanya sekadar cocok ketika menemukan devosi yang sesuai. Menemukan berarti mampu merasakan syukur, bahagia dalam iman dan mendapatkan inspirasi rohani bagi hidup sehari-hari.


Ketiga adalah membawa pulang (menjadikan milik). Devosi tidak hanya dijadikan sekadar ritual rohani semata tetapi juga menjadi inspirasi dalam hidup. Mereka yang betul-betuk tekun dengan devosinya akan memancarkan cara hidup rohani yang nyata. Devosi mengubah pribadi setiap orang, karena dalam devosi dia selalu bercermin kepada Allah, atau Bunda Maria atau kepada para Kudus. Hidupnya diperbaharui terus menerus dari kedalaman hidup devosinya.


Sebagai sebuah kekayaan iman dalam gereja Katolik, devosi membantu kita semakin hari lebih akrab dengan Allah. Devosi menjadi ruang bagi kita untuk mengembangkan cita rasa hidup rohani di samping pokok-pokok ritual dalam gereja Katolik. Lebih dari pada itu, selamat mencari, menemukan dan memiliki Allah lewat hidup rohani. Hidup kita pasti akan menjadi lebih berbuah sebagai mana Yesus tumbuh bersama Maria dan Yusuf menjadi pribadi yang penuh hikmat serta makin dikasihi Allah. Tuhan memberkati selalu.



-Rm. Ambrosius Lolong, Pr-

copyright parokivianney.org

Managed by