Cinta Kasih Personal Manusia dan Iman akan Yesus Kristus



Setiap tanggal 2 November, Gereja memberikan kesempatan bagi kita untuk mengenangkan semua arwah orang beriman. Pada kesempatan tersebut, kita mendoakan kenalan, keluarga, saudara kita yang sudah meninggal. Gereja memperkenankan kita menuliskan nama dan intensi doa untuk dibacakan sebelum perayaan Ekaristi. Namun, patut kita merenungkan, mengapa kita melakukan hal tersebut, yaitu mengenangkan dan mendoakan mereka? Apa yang mendorong kita untuk mendoakan mereka? Apa karena cinta? Hubungan keluarga? Hubungan kerabat? Apa karena kita mengenalnya?


Saya tertarik dengan bacaan Injil yang dibacakan pada saat Ekaristi peringatan arwah semua orang beriman. Bacaan diambil dari Yoh 6: 37-40. Bacaan tersebut adalah penggalan singkat dari teks panjang tentang Roti Hidup. Roti Hidup merupakan pengajaran Yesus yang dilakukan di Kapernaum. Roti Hidup menjadi simbol diri Yesus Kristus. Yesus menerangkan bahwa mereka yang percaya kepada Yesus, disimbolkan dengan makan roti, akan memperoleh hidup kekal. Secara khusus, pada teks peringatan arwah, dikisahkan bahwa Allah Bapa menetapkan keselamatan bagi manusia yang percaya kepada Yesus.


Apa artinya sebuah pengenangan? Pengenangan sendiri berasal dari akar kata kenang, yaitu mengingat kembali sesuatu pada masa lampau. Misalnya, kita mengenang masa kecil, masa ketika sekolah, masa ketika kuliah, atau apa pun yang menarik bagi kita pada masa yang lalu. Memang kita tidak bisa mengingat semuanya, tetapi sebagian kecil dari pengalaman yang kita ingat seakan-akan membawa kita pada peristiwa tersebut. Kurang lebih, itulah yang terjadi ketika kita mengenangkan sesuatu. Hal ini juga terjadi ketika kita mengenangkan pribadi tertentu. Contoh, ketika kita mengenangkan ayah yang sudah meninggal, ada yang kita kenangkan seperti diberikan hadiah, diajak pergi, diajari ketika belajar, diantar ke sekolah, atau berbagai macam peristiwa berkesan bersama ayah. Dengan kata lain, pengenangan menghubungkan kembali kita pada suatu hal yang telah berlalu.


Dalam Injil, Yesus mengajarkan bahwa Bapa menetapkan keselamatan kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus. Dan, Yesus bersikap, “supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang.” Setidaknya kita dapat merenungkan dua hal, yaitu, pertama, pengenangan memelihara relasi agar tidak hilang dan, kedua, pengenangan dilandaskan pada iman akan Yesus Kristus. Pertama, pengenangan memelihara relasi agar tidak hilang. Seperti apa yang sudah diungkapkan di atas, ketika kita mengenangkan sesuatu, kita akan terhubung kembali pada sesuatu yang terjadi pada masa lampau. Faktanya, kita dapat menceritakan kembali ketika ada orang yang bertanya tentang kejadian di masa lalu yang kita kenangkan. Coba ceritakan tentang keluargamu yang meninggal itu? dan kita dapat menceritakannya sesuai apa yang kita ingat. Kenangan tersimpan dalam ingatan kita tetapi kenangan dan ingatan berbeda. Ingatan adalah kumpulan rekam jejak yang tersimpan dalam pikiran. Sementara kenangan adalah ingatan yang intensif, artinya di sana ada ikatan, perasaan dan kesan yang mendalam. Singkatnya, dengan mengenangkan, kita sedang memelihara relasi, khususnya pada mereka yang telah meninggal.


Kedua, pengenangan dilandaskan pada iman akan Yesus Kristus. Peringatan arwah semua orang beriman bukanlah sekadar bahwa kita sedang mengenangkan orang meninggal. Praktek bahwa kita mendoakan mereka tidak hanya karena hubungan personal antara kita dengan mereka. Lewat pengenangan arwah, kita sedang diingatkan akan iman kita akan Yesus Kristus. Dalam syahadat Para Rasul, kebangkitan badan dan kehidupan kekal masuk di dalamnya karena kepercayaan pada Allah Tritunggal. Landasan doa dan pengenangan kita akan mereka yang meninggal adalah karena Yesus Kristus. Yesus telah menjanjikan kepada kita bahwa tidak ada yang akan hilang bila percaya kepada-Nya. Karena iman kita pada Yesus, mereka yang telah meninggal pun akan diselamatkan. Oleh karena itu, pengenangan arwah orang beriman bukan hanya mendoakan mereka yang sudah meninggal melainkan juga meneguhkan iman kita yang masih berjuang dalam hidup sehari-hari.


Setidaknya, pengenangan arwah orang beriman adalah sebuah perpaduan antara cinta manusia yang terjadi dalam relasi personal dengan iman akan Yesus Kristus yang menyelamatkan. Perpaduan keduanya memberikan keselamatan bagi mereka yang kita doakan dan bagi kita yang masih berjuang. Pengenangan kita akan keluarga, teman dan saudara yang telah meninggal menjadi lebih bermakna karena cinta kita dalam kenangan diteguhkan dengan Yesus Kristus yang menjaga kita supaya tidak hilang. Selamat bermenung, selamat mendoakan.



-Rm. Ambrosius Lolong, Pr-

copyright parokivianney.org

Managed by