Agama Lain Diselamatkan??


Ilustrasi Foto: hope4ce.net


Semua diselamatkan oleh karena Kristus

Paham extra ecclessia nulam salus (diluar Gereja tidak ada keselamatan) yang kerap didengungkan sejak abad awal Gereja berdiri perlu dimaknai secara baru. Gereja yang dimaksudkan adalah umat yang percaya bahwa Kristus telah bangkit demi seluruh umat manusia. Oleh karena Kristus tidak pernah memaksudkan kebangkitan-Nya bagi umat tertentu, maka kita meyakini bahwa Kristus telah bangkit demi seluruh umat manusia dan termasuk umat beragama lain.

Lalu bagaimana mereka yang tidak percaya diselamatkan? Pertama melalui kesaksian hidup kita, lalu selanjutnya Allah akan berkarya dengan cara yang tidak pernah dapat kita pikirkan.


Percikan kebenaran di Agama lain

Terkait relasi Gereja Katolik dengan umat agama lain dalam Konsili Vatikan II (KV II) dapat dijelaskan secara ringkas dalam tiga tesis,

Pertama¸ setiap dokumen KV II yang berbicara tentang kemungkinan keselamatan bagi semua orang yang bersikap baik dan benar (lih. Lumen Gentium 16). Ad Gentes 7 berbicara tentang mereka yang bukan karena kesalahan mereka tidak mengenal Injil. Namun, Allah juga dapat menuntun mereka menuju iman. KV II menegaskan karya Roh Kudus yang menguniversalkan misteri Paskah Kristus, sehingga menyentuh semua orang.

Setelah Konsili Vatikan II, dapat dimengerti bahwa keselamatan memang diberikan kepada mereka yang meskipun tidak mengenal Kristus tetapi memiliki kehendak baik. Namun, yang masih menjadi perdebatan adalah apa agama lain dalam dirinya sendiri dapat dilihat sebagai sarana keselamatan atau tidak. Tentang hal ini rupanya dalam Konsili Vatikan II membiarkan agar pertanyaan tersebut mendapat jawaban yang tetap terbuka, dengan kata lain tidak ada patokan atau kesepakatan yang khusus. Pernyataan ini bukan karena Katolik tidak memiliki sikap, tetapi menghargai pemaknaan dan perkembangan iman masing-masing umat Katolik.

Kedua, mengenai ciri kontinuitas dan diskontinuitas dalam teks-teks KV II tentang hubungan Gereja dan agama-agama lain beserta penganutnya ini tetap diakui adanya perbedaan. Namun, terdapat pengakuan yang jelas akan segala hal yang baik yang ada dalam berbagai agama. Hal ini dipapaarkan dalam Nostra Aetate art. 2:

Ketiga, dalam setiap agama, segala sesuatu yang benar dan baik oleh KV II dipandang sebagai persiapan kepenuhan Injil. Oleh karena itu, misi masih sangat dibutuhkan, namun harus dilakukan dengan disposisi batin yang pas, yaitu tahu konteks dengan cara bersikap rendah hati dan penuh pengharagaan terhadap budaya dan agama lain.


Beriman Katolik?

Dengan demikian, bila semua akan diselamatkan untuk apa beriman Katolik?

Syukur kepada Allah bahwa Allah berkenan menyelamatkan semua orang melalui Salib Yesus dan Kebangkitan-Nya. Namun tidak semua memahami hal tersebut. Beriman Katolik berarti mengetahui rahasia keselamatan itu, dan merayakannya dalam perjumpaan gereja dan Ekaristi. Kalau beriman diumpamakan sebagai sebuah perjalanan menuju kembali ke rumah, maka beriman Katolik berarti kita berjalan bersama Yesus, Maria, malaikat pelindung, santo-santa dan dengan kepercayaan bahwa kita PASTI akan sampai ke rumah tujuan itu. Hal ini akan membuat kita menjalani hidup dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur karena percaya bahwa hidup kita telah diselamatkan.


Fr. Albertus Adiwenanto Widyasworo

copyright parokivianney.org

Managed by