Sosialisasi APP untuk OMK
- 15 Mar
- 3 menit membaca

Suasana ceria dan semangat kebersamaan mewarnai Panti Asuhan Taman Fioretti, Jl Kampung Sawah, Jatimurni, Bekasi pada Sabtu 14 Maret 2026. Puluhan Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai lingkungan di Paroki Cilangkap berkumpul bukan sekadar untuk bersilaturahmi, melainkan untuk menghidupi nilai-nilai Prapaskah melalui Sosialisasi dan Aksi Nyata APP 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) Paroki Cilangkap ini berfokus pada tiga pilar utama: edukasi nilai Prapaskah, aksi ekologis nyata, serta perwujudan kasih melalui donasi.
Perjalanan dimulai pukul 08.15 WIB dari Gereja St. Yohanes Maria Vianney. Setibanya di panti asuhan yang berlokasi di Jatimurni, Bekasi tersebut, para OMK disambut dengan tarian kreasi nan indah dari anak-anak asuh. Senyum tulus dan gerak tari mereka menjadi simbol penerimaan yang penuh kasih.
Guna mencairkan suasana, fasilitator membagi OMK dan anak asuh ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan nama identitas tumbuhan. Aula St. Y. Don Bosco pun seketika riuh dengan perlombaan yel-yel yang penuh kreativitas dan tawa.
Dalam sambutannya, Suster Modesta, MCFSM, perwakilan Panti Asuhan Taman Fioreti, menyampaikan rasa syukurnya :
"Terima kasih atas kebaikan hati saudara-saudari dari Paroki Cilangkap. Inilah tempat sederhana kami yang berupaya menampung anak asuh dari berbagai usia. Kepedulian ini adalah bukti nyata kasih Kristus yang memberi kami semangat untuk terus bertumbuh dalam iman."ungkap Suster Modesta.

Inti kegiatan ini adalah Sosialisasi APP 2026 yang dibawakan secara apik oleh fasilitator Vania Br Silalahi dan Ursula Citra yang tak lain adalah dari rekan-rekan OMK sendiri. Dengan mengangkat tema Pembaruan Diri dan Ekonomi Sirkular, sesi ini mengajak peserta melakukan refleksi mendalam melalui bacaan Kitab Suci.
Vania Br Silalahi mengajak OMK untuk menyadari bahwa penderitaan bumi seperti banjir dan hilangnya lahan resapan adalah akibat dari ulah manusia yang mengabaikan keseimbangan alam. Melalui perumpamaan pohon ara (Luk. 13:5-9), Vania mengingatkan untuk segera "berbuah" melalui pertobatan ekologis.
Bentuk aksi nyata yang ditawarkan meliputi:
⢠Belanja Bijak : Membeli sesuai kebutuhan dan mengurangi belanja impulsif.
⢠Gaya Hidup Hijau : Membawa botol minum sendiri (tumbler), mengurangi plastik sekali pakai, dan menghindari pemborosan makanan.
⢠Kesadaran Diri: Menghargai nilai dari hal-hal kecil seperti air dan energi yang digunakan sehari-hari.

Tak hanya berhenti pada pola konsumsi, Ursula Citra juga mendorong OMK menerapkan Ekonomi Sirkular. Konsep ini menekankan kreativitas dalam mengelola sumber daya agar memiliki nilai guna yang lebih lama dan tidak cepat terbuang.
Mengambil inspirasi dari Perumpamaan tentang Talenta (Mat. 25:14-25), Ursula mengingatkan bahwa anugerah Tuhan bukanlah untuk dipendam karena takut, melainkan untuk diolah demi kesejahteraan bersama. Mengelola talenta berarti merawat hidup dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi sesama serta seluruh ciptaan.
"Hidup sederhana bukanlah tanda kekurangan, melainkan tanda hati yang merasa cukup untuk berbagi," ungkap Ursula dalam refleksi penutup materi tersebut.
Melalui inovasi dan teknologi, OMK diharapkan mampu menciptakan pola hidup baru yang menjamin keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang. Sesi Sosialisasi APP 2026 ini pun diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan setiap tindakan sebagai bagian dari pembaruan bumi dan wujud kasih Allah yang terus bekerja.
Sebagai wujud nyata dari refleksi tersebut, OMK dan anak asuh keluar ruangan untuk menanam bibit sayuran bersama. Aktivitas ini menjadi simbol "Pertobatan Ekologis"āsebuah komitmen untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam ciptaan.

Selain aksi menanam, kepedulian umat Paroki Cilangkap juga diwujudkan melalui penyerahan donasi secara simbolis untuk mendukung 105 jiwa yang tinggal di panti tersebut, termasuk anak-anak, lansia, dan para suster.
Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki Cilangkap Florentina Kuo Dewi Indrawati, memberikan catatan reflektif yang menyentuh di akhir kegiatan:
"Melihat tangan OMK yang kotor terkena tanah bersama anak-anak asuh adalah pemandangan yang menyentuh hati. Ini adalah wujud nyata Kitab Suci yang dihidupi. Kita tidak hanya menanam bibit, tapi sedang menanam kepedulian. Setiap jengkal tanah yang kita rawat adalah bagian dari tubuh Kristus yang harus kita jaga."ujar Florentina.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan makan siang sederhana yang semakin mempererat ikatan persaudaraan.
Seksi Kerasulan Kitab Suci menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Romo Paroki, DPH, Ketua Lingkungan, serta seluruh donatur yang telah mendukung pertumbuhan iman dan kepedulian OMK.
Semoga aksi ini menjadi pemantik bagi kaum muda untuk terus menjadi berkat bagi lingkungan sekitar, bahkan setelah masa Prapaskah usai.
Pace e Bene! (Damai dan Kebaikan!)
Penulis: Beny Widjajanto
Editor: Ary (Komsos)






Komentar