Parakletos


Ilustrasi: hasilcopa.com

Parakletos adalah variasi istilah yang merujuk pada Roh Kudus. Dalam bahasa aslinya, parakletos terdiri dari dua kata, yakni para dan kaleo. Para berarti di sebelah atau di samping, sedangkan kaleo berarti memanggil. Terjemahan latinnya: advocatus yang artinya orang yang dipanggil untuk membela/ advokat.


Istilah parakletos berasal dari Perjanjian Baru, yaitu dari kitab Yohanes 14:26, ”tetapi Penghibur (parakletos), yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” dan surat 1 Yohanes 2:1, ”Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang Pengantara (parakletos) pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.


Roh Kudus merupakan bagian yang sangat penting dalam melengkapi kebangkitan Yesus. Kabar kebangkitan Yesus menjadi tersebar luas karena kebangkitan para rasul. Para rasul yang tadinya sangat takut, tiba-tiba menjadi penuh semangat, menyebar berita ke sana ke mari bahkan semuanya menjadi martir, hal itu terjadi karena mereka digerakkan oleh Roh Kudus. Yesus sendiri memberi janji bahwa akan ada Roh yang menguatkan serta menghibur mereka, dan itulah yang dalam bahasa Yunani disebut parakletos atau Roh Kudus itu sendiri.


Mari sekarang kita lihat peristiwa salib. Salib adalah batu sandungan bagi orang Yahudi dan kebodohan bagi orang Yunani (1 Kor 1:23). Mengapa? Orang yang disalib betul-betul dipermalukan luar biasa. Mereka ditelanjangi, dipermalukan, dan dipertotonkan di hadapan publik, tujuannya untuk membuat jera orang yang memberontak, selain itu supaya rakyat yang menonton menjadi ngeri. Alasan kenapa Yesus disalibkan dapat dilihat dari ‘titulus’, tulisan yang ada di atas kayu salib. Titulus adalah alasan yuridis mengapa orang dihukum salib. Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum (INRI) yang berarti Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi. INRI berasal dari bahasa Latin namun ditulis dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Yunani, Ibrani, dan Latin, supaya semua orang tahu bahwa Yesus durjana dan pantas disalib. Maka, kalau para rasul sangat ketakutan, itu sangat logis.


Bicara parakletos, tidak lain bicara tentang kuasa Roh Kudus dalam peristiwa Pentakosta yang dilambangkan dengan lidah api dan angin topan. Pentakosta adalah hari raya Kristiani yang memperingati peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem, yang terjadi 50 hari setelah kebangkitan Yesus. Sebelumnya, Pentakosta adalah hari raya besar agama Yahudi yang disebut Shavuot atau festival panen raya.Itu adalah pesta panen besar. Panen besar itu mau menyatakan panen rohani, tidak lagi panen agraris (buah-buahan, sayur mayur, gandum, dsb).

Dalam perayaan Pentakosta, ada himne yang sangat indah. Pertama, Veni Creator Spiritus (Lirik: Veni, creator Spiritus,mentes tuorum visita,implesuperna gratia, quae tu creasti pectora - Datanglah ya Roh pencipta, hati kami kunjungilah, penuhilah dengan rahmat-Mu, jiwa kami ciptaan-Mu).Kedua, Veni Sancte Spiritus (Lirik: Lava quod est sordidum, riga quod est aridum, sana quod est saucium, flecte quod est rigidum, fove quod est frigidum, rege quod est devium - Yang cemar bersihkanlah, yang gersang siramilah, yang terluka pulihkanlah, yang keras lunakkanlah, yang beku cairkanlah, yang sesat arahkanlah). Ada macam-macam karunia dan talenta untuk pembangunan jemaah. Jadi, marilah kita memohon kehadiran Roh Kudus yang adalah Roh Kristus itu sendiri supaya kita ditemani, menjadi parakletos, menjadi penghibur, dan pembela kita.




-RD Yustinus Sulistiadi