top of page

Kunjungan Studi Budidaya Maggot

  • 2 jam yang lalu
  • 3 menit membaca
studi budidaya maggot

Dalam upaya nyata menjaga kelestarian bumi dan mengelola limbah organik secara mandiri, Seksi Lingkungan Hidup bersama Seksi Pelatihan & Pengkaderan Paroki Cilangkap melakukan kunjungan studi budidaya maggot ke Pusat Riset dan Aplikasi Biokonversi Maggot PT Maggot Lestari Indonesia (MIL) yang berlokasi di Site Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi pada hari Senin 9 Maret 2026 dari Pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.


Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan implementasi dari Program Karya Seksi Lingkungan Hidup Tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian aksi nyata menyambut Tahun Ardas KAJ 2026 sebagai Tahun Keutuhan Ciptaan. Kegiatan ini pun berakar kuat pada pesan Paus Fransiskus dalam Ensiklik "Laudato Si", yang mengingatkan bahwa "Segala sesuatu berhubungan" (LS 70). Pengolahan sampah dengan maggot bukan sekadar urusan teknis, melainkan bentuk pengakuan bahwa manusia adalah bagian dari ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya.


budidaya maggot

Kunjungan ini secara khusus bertujuan untuk mendalami teknik bio-konversi sampah organik menggunakan larva Lalat BSF (Black Soldier Fly) yang kerap disebut dengan maggot. Teknologi ini dipandang sebagai solusi cerdas dan ramah lingkungan untuk memutus rantai penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).


Rombongan dari Paroki Cilangkap diterima dan disambut hangat perwakilan PT. MIL, Aloysius Bambang Kristiono Hadisoebroto di sebuah rumah pendopo dengan duduk bersama dan berdialog sebagai awalan pengantar kunjungan studi.


Aloysius Bambang Kristiono Hadisoebroto atau akrab dipanggil Pak Kris menjelaskan MIL ini didirikan untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan protein nasional melalui pakan ternak dan pupuk organik dan bertujuan mengatasi ketergantungan Indonesia pada impor protein seperti tepung ikan, jagung,kedelai dan meat bone untuk pakan ternak. MIL telah melakukan riset dan pengembangan dengan memanfaatkan potensi sampah organik sejak 2013.


ā€œSampah organik itu telah menyumbang sekitar 70% dari total volume sampah di Indonesia dan ini merupakan potensi sumber daya yang belum termanfaatkan. Kami senang sekali apabila Seksi Lingkungan Hidup Paroki Cilangkap mau belajar dan merealisasikan pengembangan biokonversi maggot ini serta dapat menjadi sarana edukasi kepada umatā€ ujar Kris.

Setelah dialog bersama, rombongan melanjutkan proses dengan melihat secara langsung proses siklus hidup Lalat BSF (Black Soldier Fly), mulai dari penetasan telur, pembesaran maggot, hingga proses pengolahan sampah organik pasar dan rumah tangga menjadi pakan berkualitas.


Ketua Seksi Lingkungan Hidup Paroki Cilangkap, Thomas Sri Kuncoro Wahyu Wibowo, menegaskan bahwa kunjungan studi ini adalah langkah krusial dalam perjalanan spiritualitas ekologis umat.


"Kunjungan studi ini adalah panggilan untuk kita semua melakukan pertobatan ekologis. Kita tidak bisa lagi hanya bicara soal teori kebersihan, tapi harus turun tangan langsung mengelola apa yang kita hasilkan " ujar Thomas.

Beliau menambahkan kita dipanggil untuk tidak lagi melihat sisa makanan sebagai 'sampah' yang tidak berguna, melainkan sebagai sumber kehidupan bagi makhluk lain karena setiap kilogram sampah organik yang berhasil diurai oleh maggot adalah satu langkah konkret dalam menyelamatkan bumi dari gas metana yang merusak atmosfer.


budidaya maggot

Senada dengan Thomas Wibowo, Ketua Seksi Pelatihan dan Pengkaderan Paroki Cilangkap Adrianus Dwitjahjo menyampaikan bahwa semangat keutuhan ciptaan harus diwujudkan melalui kemandirian pengelolaan limbah yang berkelanjutan (sustainable), sejalan dengan arah dasar KAJ untuk menjadi gereja yang inklusif, komunikatif, dan transformatif dalam menjaga rumah kita bersama.


ā€œDari proses kunjungan studi ini akan menjadi sangat baik apabila diteruskan menjadi aksi nyata melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas/training terlebih dahulu. Harapan besar saya bagaimana menerapkan hasilnya secara terintegrasi dan mampu menciptakan sirkular ekonomi bagi umat. Dengan tangan terbuka kami antusias berkolaborasi bersama dengan Seksi Lingkungan Hidup nantinyaā€ imbuh Adrianus.

Akhir acara ditutup dengan santap siang bersama menikmati menu makanan tradisional yang diantaranya merupakan hasil dari kebun di sebuah warung kecil sederhana dekat dengan lokasi kunjungan studi sembari diskusi ringan disertai gelak tawa di sela waktu yang tersisa.

Setelah kunjungan ini, rencananya akan dibicarakan kembali follow up sekaligus membuat laporan hasil kunjungan studi yang disertai rekomendasi yang terbaik ke depan dalam menciptakan siklus ekologis yang sehat dan mandiri di Paroki Cilangkap yang tercinta. Pax et Bonum (Damai dan Kebaikan).


Peliput & Penulis: Beny Widjajanto

Editor: Ary (Komsos)


budidaya maggot
Tim Paroki Cilangkap usai melakukan kunjungan dan studi banding budidaya maggot. (Dok. Benny)

Komentar


Managed by

logo_komsos_copy.png
bottom of page