Via Dolorosa, Jalan Kesengsaraan

Diperbarui: 2 Mei 2019


Gambar: https://www.flickr.com

Via Dolorosa memiliki makna tersendiri bagi umat Kristen, khususnya saat Paskah. Bahkan, banyak gereja yang mengadakan ibadah khusus jalan salib untuk mengenang penderitaan dan pengorbanan yang harus dijalani Tuhan Yesus untuk menebus umat manusia dari hukuman dosa.


Via Dolorosa sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti Jalan Kesengsaraan atau Jalan Penderitaan. Via Dolorosa merupakan sebuah jalan di Kota Yerusalem Kuno. Jalan ini adalah jalan yang dilalui Yesus sambil memanggul salib menuju tempat penyalibannya di Bukit Kalvari atau Golgota. Jalan yang ditempuh para peziarah Kristen di Yerusalem memperingati jalan Yesus memikul salib-Nya (Mrk. 15:20-22) dan ditandai dengan tempat-tempat berdoa.


Via Dolorosa memiliki makna yang mendalam di hati umat Kristen karena “jalan” yang dianggap paling hina itu harus ditempuh oleh Tuhan Yesus demi menyelamatkan umat manusia dari kuasa dosa. Sungguh sebuah pengorbanan yang tak ternilai harganya. Demi cintanya akan manusia, Tuhan rela mengorbankan nyawaNya. Namun, oleh bilur-bilurnya, manusia beroleh pengampunan dan pembebasan dari hukuman maut.


Paskah tanpa via dolorosa dan pengorbanan Yesus adalah sia-sia. Karena itu, setiap kali umat Kristen memperingati Paskah, umat Kristen selalu diingatkan bahwa betapa berharganya manusia di mata Tuhan sampai Ia yang Maha Kudus itu rela mengorbankan Nyawa demi penebusan manusia dari kuasa dosa.


Via Dolorosa kini menjadi salah satu tempat tujuan utama para peziarah di Yerusalem. Di sepanjang jalan ini dibuat 14 titik atau tempat perhentian Tuhan Yesus menuju Golgota.


Devosi Jalan Salib ini memang telah berakar lama dalam Gereja Katolik, yang diawali dengan tradisi para peziarah yang mengunjungi Yerusalem. Sejak abad keempat, jaman Kaisar Konstantin, para peziarah telah mempunyai tradisi berdoa merenungkan sengsara Yesus melalui jalan yang sekarang dikenal dengan Via Dolorosa, walaupun pada masa itu belum disebut demikian. Tradisi menyebutkan bahwa setiap hari setelah wafat-Nya, Bunda Maria mengunjungi rute perjalanan sengsara Puteranya Yesus, dari tempat-Nya dihukum mati sampai ke Golgota. (Komsos/Dimmas)

copyright parokivianney.org

Managed by