Sosialisasi APP 2026 Paroki Cilangkap
- 15 Feb
- 2 menit membaca

Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) bersama Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Cilangkap melakukan sosialisasi Aksi Puasa Pembangunan (APP) pada Sabtu 14 Februari 2026, Pukul 09.30 WIB di Aula Budi Murni. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pengurus yang akan menjadi fasilitator Pertemuan APP di lingkungannya masing-masing.
Dengan mengangkat tema "Pertobatan Untuk Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama", kegiatan Sosialisasi APP ini dibagi dalam empat sub tema. Pertama, Harmoni Seluruh Ciptaan yang dijelaskan oleh Ibu Karina Wawointana sebagai Fasilitator; Kedua, Pembaruan Dalam Diri, yang dijelaskan oleh fasilitator Bapak Richard Johannes; Ketiga, Dipersatukan oleh Keprihatinan yang Sama, dijelaskan oleh fasilitator Ibu Fransisca Umi; dan Keempat, Menciptakan Ekonomi Sirkular, yang dijelaskan oleh fasilitator Bapak Leonardus Keraf.

Romo Vinsensius Rosihan Arifin, Pr selaku Romo Kepala Paroki Cilangkap memberikan arahannya bahwa saat memasuki masa pra paskah nanti, umat diajak untuk mendalami tiga pilar utama yaitu Doa, Puasa dan Amal yang bukan sekedar kewajiban ritual melainkan "senjata" ritual untuk membersihkan hati dan kembali berfokus kepada Tuhan.
Dalam sosialisasi ini, ditekankan kepada para pengurus lingkungan bahwa pertobatan ekologis bukan sekadar penyesalan, melainkan perubahan gaya hidup nyata dalam hal-hal kecil, seperti mengurangi sampah, menghemat energi, dan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Terinspirasi dari semangat Santo Fransiskus Asisi, umat diingatkan bahwa semua mahluk saling berhubungan dan pantas dihormati dalam harmoni kasih.

"Kita dipanggil untuk memperbaiki relasi kita dengan alam ciptaan yang sudah rusak. Melalui gerakan ini, diharapkan umat tidak hanya berhenti pada refleksi, tetapi menghasilkan 'buah pertobatan' dalam tindakan sehari-hari yang ramah lingkungan," ujar Florentina Kuo Dewi Indrawati, Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) Paroki Cilangkap.
Dengan adanya Pertemuan APP yang akan diadakan di lingkungan masing-masing, diharapkan agar masa Prapaskah 2026 ini menjadi momentum bagi seluruh umat, untuk berkontribusi menyelamatkan bumi dan membantu sesama yang rentan terkena dampak kerusakan lingkungan, demi kemuliaan nama Tuhan.

Pada akhir acara, ada kesempatan peserta mendengarkan presentasi dari Daoer Zenee, sebuah komunitas sosial yang fokus pada pemberdayaan kelompok masyarakat marginal melalui kegiatan daur ulang sampah.
Foto : Paula (komsos)
Penulis : Beny Widjajanto (Seksi PSE)
Editor : Ary (Komsos)






Komentar