ROSARIO MERAH PUTIH sebagai Gerakan Mengamalkan Pancasila

Diperbarui: 2 Mei 2019

Gambar: https://obormedia.com

Seksi Liturgi bersama Legio Maria Paroki St Yohanes Maria Vianney mengajak umat untuk membuat Rosario Merah Putih  di Gereja Anak Domba, Minggu (17/4/2016). Acara ini dipandu langsung oleh Bapak Synesius Firmanto Gatot selaku Koordinator Seksi Liturgi.


Synesius Firmanto Gatot menjelaskan bahwa sesuai Arah Dasar 2016-2020 Keuskupan Agung Jakarta, Rosario Merah Putih merupakan salah satu gerakan “Amalkan Pancasila”. Rosario Merah Putih terdiri atas warna merah dan putih, menyesuaikan dengan warna bendera negara Indonesia. Merah berarti berani membela kebenaran karena Iman kepada Allah Bapa, Allah Putera dan Roh Kudus. Putih berarti suci, tulus dan murni karena Kasih Allah semata. Rosario ini juga terbuat dari butiran-butiran manik yang berwarna merah dan putih lengkap dengan medali Kerahiman Allah yang memerdekakan dan logo KAJ serta Salib khas KAJ.


Tujuan dari warna rosario Merah putih ini agar kita sebagai warga Indonesia selalu ingat pada Sang Saka Merah Putih dandiharapkan dapat mampu membangun kesadaran kita di dalam peziarahan ini untuk berdoa bersama Bunda Maria bagi keselamatan Bangsa dan Negara. Mengingatkan kita untuk semakin 100% Katolik 100% Indonesia. Berdoa Rosario Merah Putih juga menjadi salah satu ungkapan cinta umat beriman kepada tanah air dan tanda kepedulian kita untuk terus-menerus amalkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Berdoa dengan menggunakan Rosario Merah Putih sama seperti berdoa Rosario pada umumnya. Intensi doa saja yang perlu ditambahkan untuk Bangsa dan Negara. Ada lima intensi yang terbagi ke dalam setiap peristiwa. Peristiwa Pertama untuk kebahagiaan kekal jiwa-jiwa para pahlawan. Peristiwa Kedua untuk keutuhan alam Indonesia yang kaya dan subur. Peristiwa Ketiga untuk persatuan Indonesia.Peristiwa Keempat untuk kebijaksanaan para Pemimpin kita.Peristiwa Kelima untuk upaya-upaya mewujudkan keadilan sosial.


“Sebagai wujud dan ungkapan devosi kepada Bunda Maria maka dianjurkan kepada setiap keluarga dapat membuat rosario merah putih,”ujar Synesius Firmanto Gatot dalam akhir penjelasannya dalam Sosialisasi Rosario Merah Putih tersebut.


Peserta yang hadir dari OMK, PPA dan Wakil Lingkungan serta secara pribadi membuat meriah pertemuan tersebut. Peserta menanyakan cara memasukkan tali ke dalam Salib, bagaimana mengikat tali pada segitiga liontin, dan bagaimana menyambung tali yang kurang panjang. Umat bergembira bersama dalam proses latihan dan penyelesaian pembuatan Rosario Merah Putih. Dengan demikian diharapkan nantinya kepada setiap insan di paroki St Yohanes Maria Vianney dapat berdoa kepada Bunda Maria secara lebih mendalam. (Theo)

copyright parokivianney.org

Managed by