top of page

Perpisahan Romo Rochadi dan Romo Riyanto

  • 1 Feb
  • 2 menit membaca

Jejak Pelayanan yang Tinggal di Hati Umat Cilangkap


romo rochadi dan Romo Riyanto berpose dengan Romo Hary dan Romo Vinsen di acara perpisahan
Ki-Ka: Romo Harry, Romo Riyan, Romo Rochadi, Romo Vinsen (Foto: Janet, Komsos)

Basement Gereja St. Yohanes Maria Vianney, Paroki Cilangkap, Sabtu, 1 Februari 2026, menjadi ruang perjumpaan yang berbeda dari biasanya. Bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang di mana kenangan, syukur, dan haru bertemu dalam suasana yang hangat dan bersahaja. Paroki Cilangkap mengadakan acara perpisahan bagi Romo Rochadi Widagdo, Pr dan Romo Fransiskus Riyanto, Pr. Hadir dalam kesempatan yang penuh rahmat ini, Romo Vinsen selaku Pastor Kepala Paroki, Romo Harry, Dewan Paroki Harian (DPH), Dewan Pleno, serta para tamu undangan yang selama ini merasakan langsung pelayanan kedua romo.


Perpisahan ini menjadi ungkapan syukur atas karya pastoral yang telah dijalani di tengah umat. Romo Rochadi telah melayani Paroki Cilangkap selama kurang lebih 12 tahun, sebuah masa yang panjang dan penuh dinamika pelayanan. Sementara Romo Riyanto, yang berkarya selama satu tahun, juga telah menghadirkan warna tersendiri dalam kebersamaan umat. Kehadiran keduanya tidak hanya dirasakan di altar saat memimpin perayaan Ekaristi, tetapi juga dalam pendampingan umat sehari-hari: mengunjungi yang sakit, mendampingi keluarga dalam suka dan duka, serta hadir dalam berbagai kegiatan pastoral paroki.


Romo Vinsen, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan keteladanan kedua romo. Ia menegaskan bahwa pelayanan yang dijalankan bukan sekadar tugas, melainkan panggilan yang dijalani dengan kesetiaan dan kasih.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan oleh Bapak Albert Tumbol yang mewakili DPH dan seluruh umat Paroki Cilangkap. Dalam pesannya, ia menyoroti kebersamaan yang terjalin selama masa pelayanan kedua romo serta doa agar perutusan berikutnya senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan.


Romo Rochadi dan Romo Riyanto saat menerima kenani-kenangan dari Romo Vinsen dan Romo Harry
Ki-ka : Romo Riyanto, Romo Vinsen, Romo Rochadi dan Romo Harry (Foto: Janet, Komsos)

Suasana acara, yang berlangsung dari pukul 11.00 sampai 13.00 ini kian hangat oleh berbagai penampilan dari kelompok kategorial, seperti Seksi Kepemudaan, Bina Iman Anak (BIA), dan kelompok lainnya. Persembahan lagu dan hiburan sederhana itu menghadirkan suasana akrab yang memperlihatkan kedekatan relasi antara umat dan para gembalanya. Pemutaran Video perjalanan kedua romo dan ucapan terimakasih dari perwakilan sepuluh wilayah dan 32 lingkungan di paroki Cilangkap, ikut memberi makna tersendiri bagi para romo dan umat.


Namun perpisahan ini tidak menjadi momen kesedihan semata, melainkan perayaan syukur atas kebersamaan yang telah dilalui. Umat Paroki Cilangkap melepas kedua romo dengan doa dan harapan, percaya bahwa setiap karya yang telah ditanamkan akan terus hidup dalam kehidupan iman umat. Pelayanan seorang imam memang membawa mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun, nilai pelayanan yang tulus selalu meninggalkan jejak yang tidak mudah dilupakan.


Semoga Romo Rochadi dan Romo Riyanto senantiasa diberkati dalam setiap langkah perutusan berikutnya. Dan semoga kenangan pelayanan di Paroki Cilangkap menjadi bagian indah dari perjalanan panggilan imamat yang terus mereka jalani.


(Windy/Ary, Komsos)

Komentar


Managed by

logo_komsos_copy.png
bottom of page