Penerimaan Sakramen Babtis Bayi
- 25 Feb
- 2 menit membaca

Sebanyak 9 bayi menerima Sakramen Baptis dalam Perayaan Ekaristi yang berlangsung di Gereja St. Yohanes Maria Vianney, Paroki Cilangkap, pada Minggu, 22 Februari 2026. Perayaan baptisan ini dipimpin oleh Romo Vinsensius Rosihan Arifin, Pr, yang juga merupakan Pastor Kepala Paroki Cilangkap. Suasana penuh sukacita tampak dari para orang tua, wali baptis, serta umat yang hadir mendampingi para bayi yang untuk pertama kalinya menerima sakramen dalam Gereja Katolik.
Salah satunya disampaikan oleh pasangan Beny Wijayanto dan Anastasia Andini, orang tua dari Paskalis Mahardika Jayaputra. Keduanya menyampaikan rasa syukur dan harapan atas langkah awal perjalanan iman anak mereka:
āSatu langkah iman telah dimulai. Terima kasih atas kasih dan dukungan dari Romo/Suster/Bapak/Ibu/Sdr/i bagi putra kedua kami, Paskalis Mahardika Jayaputra, pada hari ini dibaptis oleh Romo Vinsensius Rosihan Arifin, Pr di Gereja St Yohanes Maria Vianney ā Paroki Cilangkap. Semoga putra kami tumbuh menjadi pribadi yang merdeka dalam Roh dan berjaya dalam kasih Tuhan. Amin. Salam kasih, Beny Wijayanto & Anastasia Andini.ā
Ungkapan ini menjadi gambaran kebahagiaan banyak keluarga yang hadir pada hari itu, bahwa baptisan bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga awal perjalanan iman bagi anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada keluarga mereka.

Sehari sebelum perayaan baptisan, Paroki Cilangkap menyelenggarakan kegiatan Rekoleksi bagi para orang tua bayi yang akan dibaptis beserta para wali baptis. Dalam sesi pembekalan tersebut, Romo Vinsensius Rosihan Arifin, Pr memberikan penjelasan mengenai makna dan pentingnya Sakramen Baptis dalam kehidupan iman Katolik. Ia menegaskan bahwa Sakramen Baptis merupakan sakramen inisiasi pertama dan pintu gerbang kehidupan Kristiani dalam Gereja Katolik, yang menghapuskan dosa asal, menjadikan seseorang anak Allah serta anggota Gereja. Melalui baptisan, seseorang secara resmi memasuki kehidupan iman dalam persekutuan Gereja.

Kegiatan rekoleksi ini diadakan dengan beberapa tujuan utama, yaitu:
Memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang Sakramen Baptis.
Menyadarkan kembali tanggung jawab orang tua dan wali baptis dalam mendidik anak agar bertumbuh dalam iman Katolik.
Mengajak keluarga untuk membangun lingkungan iman yang baik sejak dini bagi anak-anak.
Romo Vinsensius juga mengingatkan para orang tua agar tidak menunda mendaftarkan anak untuk dibaptis ketika waktunya sudah tiba, karena baptisan merupakan awal perjalanan iman seorang anak dalam Gereja.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu, khususnya bagi para orang tua baru.
āKegiatan ini sangat membantu kami sebagai orang tua yang akan membaptis bayi. Kami jadi lebih memahami sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik dan makna baptisan bagi anak kami,ā ungkapnya.
Melalui kegiatan rekoleksi dan perayaan baptisan ini, Paroki Cilangkap berharap para orang tua semakin menyadari bahwa baptisan bukan sekadar sebuah perayaan, melainkan awal perjalanan iman yang perlu terus didampingi dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Peliput: Meyta, Jannet (Komsos)
Penulis: Ary (Komsos)






Komentar