Penerima Komuni Pertama Diutus Menjadi Misdinar


Perayaan ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Gereja Anak Domba, Paroki Yohanes Maria Vianney Cilangkap, Minggu (18/6), terasa istimewa. Sejumlah 80 anak bersuka cita menyambut tubuh dan darah Kristus untuk pertama kali.

Anak-anak yang menerima komuni pertama itu mendapat tempat istimewa di bangku deretan depan Gereja Anak Domba. Anak perempuan mengenakan gaun putih dengan bando mawar, sedangkan anak laki-laki mengenakan pakaian putih dengan dasi hitam.


Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus itu dipimpin RD Angga Sri Prasetyo. Misa berlangsung semarak dengan iringan koor dan musik angklung dari anak-anak yang tergabung di misdinar Vanney.


Dalam homilinya, Romo Angga menekankan pentingnya menerima hosti, yang tidak lain adalah Tubuh dan Darah Kristus, sebagai ‘makanan’ bagi roh kita. Dengan menerima hosti, berarti kita menjadi satu dengan Kristus.


Yang juga menarik, saat itu Romo Angga bertanya kepada peserta calon penerima komuni pertama, apakah ada yang ingin menjadi pastor maupun suster. Meski hanya satu anak perempuan yang menjawab ingin menjadi suster, namun tidak sedikit anak laki-laki yang bercita-cita menjadi pastor.


Mengakhiri homilinya, Romo Angga menyampaikan pesan penting kepada penerima komuni pertama. “Setelah menerima komuni pertama ini, bukan berarti sudah selesai. Ini menjadi awal bagi kalian peserta komuni pertama untuk diutus menjadi misdinar atau putra-putri altar,” katanya.

Sebelumnya, anak-anak itu telah mengikuti pelajaran persiapan penerimaan komuni pertama sejak Januari 2017. Pelajaran diberikan oleh sembilan pengajar pada setiap hari Minggu setelah misa kedua.

Mereka juga telah belajar mengaku dosa di Gereja Anak Domba, serta mengikuti rekoleksi sehari di aula Budi Murni. Selain itu, secara terpisah, para orang tua calon penerima komuni pertama juga mengikuti rekoleksi sehari yang diselenggarakan Seksi Katekese Paroki Cilangkap.(wahyu)

copyright parokivianney.org

Managed by