copyright parokivianney.org

Managed by

Pemekaran Lingkungan RK Sanjaya,Paroki Cilangkap

Diperbarui: 3 Mei 2019


Foto: Komsos

Peringatan HUT 18 tahun Paroki St Yohanes Maria Vianney diiringi dengan kabar sukacita melalui adanya pemekaran lingkungan RK Sanjaya yang berteritorial di Wilayah VI. Berdasarkan referendum yang dilakukan, telah disepakati akan adanya penambahan dua lingkungan baru diluar dari Leo Sukoto, Theresia dan RK Sanjaya yang saat ini sudah masuk didalam wilayah VI, yaitu Lingkungan Sugiyo Pranoto dan Lingkungan Magun Widjoyo.


“Saat ini berdasarkan data yang tercantum, RK Sandjaya memiliki 110 Kepala Keluarga, belum lagi dari sebrang tol Setu yang seharusnya masuk di Paroki Kalvari, mereka merasa lebih dekat ke gereja Cilangkap, melihat hal ini kami segera lakukan rapat umat” tegas Suko kepada Tim INRI.


Persiapan matang dalam pemekaran lingkungan telah dilakukan oleh pengurus lingkungan maupun wilayah.  “Prosesnya lumayan panjang, kami telah melakukan rapat bersama beberapa tokoh umat, kemudian membentuk panitia kecil, memulai pembagian lingkungan, hingga sosialisasi ke umat calon lingkungan baru, dan akan ditutup dengan misa peresmian nama lingkungan baru pada 10 Agustus di Gereja Anak Domba.” Tutur Suko yang saat ini menjabat sebagai ketua lingkungan RK Sanjaya.


Pemekaran lingkungan di Paroki Cilangkap sudah menjadi hal yang lumrah bagi ketua lingkungan RK Sanjaya yang juga masuk dalam kepanitian kecil, hal ini memang perlu dilakukan mengingat semakin berkembangnya umat Katolik Cilangkap dan melihat misi gereja yang merupakan misi sosial dimana pelayanannya harus bisa dirasakan oleh semua umat, oleh karena itu beliau berprinsip bahwa tata kelola lingkungan harus berani bergerak menuju ke arah yang lebih efisien yakni melalui pemekaran lingkungan.


Dalam paroki-paroki besar, partisipasi awam dalam reksa pastoral diperluas dengan membagi paroki menjadi bentuk-bentuk seperti wilayah, stasi dan lingkungan, dimana ideal keanggotannya adalah sejumlah 20-30 keluarga yang secara teritorial tinggal berdekatan. Pada prinsipnya, setiap satuan ini diharapkan merupakan suatu komunitas basis gerejani yang bersifat terbuka hingga memiliki pelayanan yang lebih mendalam ke masing-masing umat. (fani / nino)