copyright parokivianney.org

Managed by

Meratapi SengsaraNya


Setelah mengikuti tablo visualisasi kisah sengsara Yesus yang dibawakan OMK Wilayah 8 pada pagi harinya, umat kembali datang ke Gereja di sore hari untuk mengikuti Ibadah Jum’at Agung di Gereja Anak Domba St.Yohanes Maria Vianney. Ibadat Jum’at Agung diadakan dua kali, yaitu pada jam tiga dan enam sore.


Begitu banyak umat yang hadir, terutama di Ibadat pertama. Dua jam sebelum ibadat di mulai, sudah banyak umat yang berdatangan. Ibadat pertama dipimpin oleh RD.Rochadi dan RD.Teguh dibantu oleh Frater Bekti. Sedangkan Ibadat kedua dipimpin oleh RD. Angga dan dibantu oleh Frater Bernard.


Ibadat Jum’at Agung di awali dengan keheningan, Tabernakel dan altar yang kosong. Romo masuk dan tiarap di bawah altar, diikuti oleh seluruh umat yang berlutut dalam keheningan sebagai bentuk ratapan akan sengsara Yesus. Umat dengan sangat hikmat mendengarkan kisah sengsara Yesus/passio yang dibawakan oleh OMK. Dilanjutkan dengan kotbah singkat oleh RD.Rochadi. Dalam kotbah nya, RD.Rochadi menunjukan kepiawaian nya dalam bermain suling dengan memainkan satu buah lagu.

Yang special pada Ibadat Jum’at Agung adalah prosesi cium salib. Menurut berbagai literatur gereja, penghormatan kepada salib Kristus dalam liturgi Jum’at Agung dimulai sekitar abad ke-4 di Yerusalem yang kemudian berkembang ke seluruh dunia sampai sekarang. Seperti layaknya Komuni, umat maju satu persatu untuk mencium salib Yesus sebagai simbol rasa hormat dan syukur atas kasih Yesus.

Pada Jum’at Agung ini umat diajak untuk mengenang kembali pengorbanan Yesus di kayu salib bagi kita umat manusia, untuk menyempurnakan kembali hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama. (Sefin)