Corpus Christi

Diperbarui: 11 Mei 2019


Foto: Komsos/ Rio

Gereja Anak Domba memiliki salib altar yang unik dan berbeda dari Gereja yang lainnya. Patung Tubuh Yesus atau biasa disebut Corpus Christi ini sengaja dibuat tanpa menggunakan bahan dasar kayu, dengan maksud agar umat senantiasa ingat bahwa salib Yesus saat ini ada di pundak kita masing-masing yang mengimani dan menjadi pengikutNya. Corpus Christi yang ada di Gereja kita juga berbeda dari laazimnya karena wajah Yesus sendiri menghadap kearah atas. Hal ini melambangkan bahwa dialah anak Allah yang tetap setia sampai wafat, tetap melakukan kehendak BapaNya. Sebuah lambang kesetiaan yang tidak tergoyahkan.


Di saat menjelang wafat, Yesus melihat ke atas dan berkata, “Ya Bapa ke dalam tanganMu Ku serahkan hidupKu.” Wajah Yesus yang melihat keatas ini sekalius ingin menunjukkan sosok Yesus yang setia dan telah dibangkitkan, bukan sosok Yesus yang kalah oleh kematian.


Corpus Christi ini juga sangat unik karena terbuat dari potongan-poyongan bekas yang membentuk sosok tubuh yang rusak dan terkoyak. Hal ini meiliki makna tersendiri, Yesus yang menanggung penderitaan umat manusia. Dalam sengsaraNya, sejatinya penderitaan dan dosa-dosa kita yang ditanggungNya. Melalui penderitaan yang dialami Tubuh Yesus itu, banyak tubuh-tubuh dan penderitaan kita yang telah dibebabaskan. Melalui besi-besi bekaas itulah tersirat makna, bahwa sebelumnya pernah berguna atau berjasa bagi manusia. (Komsos/Nino)

copyright parokivianney.org

Managed by