Ampul



Dalam perayaan Ekaristi begitu banyak peralatan liturgi yang digunakan. Bagi umat yang terlibat sebagai petugas liturgi kiranya sudah tidak asing lagi, tetapi bagi umat biasa mungkin belum tahu nama dan fungsi dari setiap peralatan, meskipun sudah sering melihatnya.

Kali ini, kita akan mengenal salah satu alat liturgi yang selalu ada saat misa yaitu Ampul. Ampul adalah dua bejana yang dibuat dari kaca atau logam, bentuknya seperti buyung kecil dengan tutup di atasnya. Sepasang alat liturgi yang berisi air dan anggur. Biasanya ampul dilengkapi dengan nampan kecil. Jika ampul tidak terbuat dari kaca, biasanya terdapat tulisan V(vinum=anggur) dan A (Aqua=air).

Pada saat memulai doa syukur agung, misdinar akan menuang anggur dan air ke dalam piala untuk dikonsekrasikan oleh imam. Lalu, setelah komuni misdinar akan menuang air dari ampul ke dalam sibori untuk membersihkan remah-remah hosti di dala sibori yang selanjutnya diminum oleh imam.

Penggunaan air dan anggur pertama kali disahkan oleh Paus Aleksander I (105-115) sebagai lambang darah dan air yang keluar dari lambung Yesus setelah ditikam saat peristiwa penyaliban. (Etha)