Menemukan Kehadiran Allah dalam Keterbatasan


RD Rochadi memberkati anak berkebutuhan khusus

‘Semakin Mengasihi, Semakin Peduli, Semakin Bersaksi’, selaras dengan Ardas KAJ 2022-2026 yang berisi ajakan untuk semakin terlibat dan semakin menjadi berkat inilah yang menjadi semangat bagi Komunitas Katolik Sekolah Terpadu Pahoa untuk terus bergerak membawa nilai-nilai kasih Kristus kepada sesama dalam aksi sosial Paskah 2022.


Komunitas ini mengadakan aksi sosial di Yayasan Bhakti Luhur Kasih Abba, Parung, Bogor pada

Sabtu, 14 Mei 2022. Kegiatan yang diikuti oleh guru, karyawan, siswa dan orang tua siswa ini dimulai dengan perkenalan tentang Yayasan Bakti Luhur. Siswa diajak untuk berkeliling panti sambil melihat ruangan-ruangan yang dipakai untuk berkegiatan anak-anak berkebutuhan khusus, seperti ruang makan, ruang masak, sampai ruang prakarya. Di ruangan tersebut, mereka yang berkebutuhan khusus baik fisik maupun mental dibina dalam suasana kekeluargaan untuk belajar berbagai kegiatan sekolah di bawah bimbingan para guru, perawat, dan suster yang tergabung dalam Komunitas Suster Pembina Bhakti Luhur. Selain pembinaan rohani, anak-anak juga menjalani latihan motorik, bicara, fisioterapi, serta

keterampilan lainnya, seperti berkebun, membuat tempe, memasak, menjahit hingga seni musik dan drama.

Yayasan Bhakti Luhur dengan sepenuh hati berjuang untuk menggali dan memberdayakan potensi para penyandang kebutuhan khusus sehingga memiliki nilai. Tujuannya supaya mereka dengan segala keterbatasannya dapat menjalani hidup dan menepis stigma negatif terhadap keberadaan mereka. Sesudah berkeliling, kegiatan dilanjutkan dengan talk show bersama Suster Cicilia, ALMA selaku Ketua Yayasan Bakti Luhur, Jakarta. “Kasih Abba adalah kasih bapak yaitu Allah sendiri. Seperti namanya, tempat ini digunakan untuk merawat anak-anak berkebutuhan khusus yang merupakan titipan Tuhan. Jadi, apa yang kami (pengasuh) lakukan kepada anak-anak, di dalam hati mereka, di mata mereka, itu adalah ‘Tuhan’ yang kelihatan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan misa yang dipimpin oleh RD Rochadi. Petugas misa terdiri dari guru, karyawan, siswa, dan yang spesial, anak-anak panti memainkan musik dan menyanyi. Dengan segala keterbatasan mereka, anak-anak melakukan pelayanan sepenuh hati sehingga lagu-lagu yang dilantunkan pun terasa khidmat. Setelah misa, RD Rochadi memberikan berkat penumpangan tangan kepada anak-anak panti dan pengasuhnya serta Komunitas Sekolah Pahoa.

Dalam homilinya pada misa hari Minggu, 15 Mei 2022, RD Rochadi menyampaikan kesan yang amat mendalam saat mengunjungi panti, “Ketika makan bersama, saya melihat mereka saling melayani. Anak yang belum bisa makan sendiri, dilayani oleh teman/kakak pantinya. Dia sendiri belum mau makan bila temannya yang tidak bisa makan, selesai makan. Setelah yang dilayani kenyang, barulah dia makan. Padahal mereka adalah anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka dengan suka cita saling melayani. Luar biasa bukan? Kita bisa bayangkan bahwa hal tersebut merupakan gambaran Yerusalem baru. Ini suatu surga kecil yang luar biasa. Seandainya, semua orang bisa melayani seperti ini, tidak hanya mementingkan diri sendiri tetapi mementingkan mereka yang menderita, mereka yang miskin, tidak hanya mengejar keinginan dan cita-cita sendiri, maka Indonesia akan menjadi luar biasa. Namun, bagi saya yang luar biasa adalah saya bertanya, bagaimana anak-anak ini bisa seperti itu? Di situlah para suster, para pendamping yang luar biasa mengajari mereka dengan memberi contoh.”

Marilah kita memohon kepada Allah agar kita pun bisa menjadi seperti mereka yang mampu untuk saling mengasihi satu sama lain sehingga dapat tercipta dunia yang damai. (Stella)

Foto: Komsos Cilangkap