Kitab Suci sebagai Sumber Inspirasi



RD. T.A.M Rochadi Widagdo

Mengapa buku itu disebut Alkitab? Mengapa buku itu disebut Kitab Suci?

Disebut Alkitab karena kitab ini memuat pengertian tentang Allah yang Agung dan Mulia; dan disebut Kitab Suci karena melalui sabda, yang suci hadir ketika dibaca dan diucapkan. Melalui Kitab Suci, kita mengenal Sang Sabda yang telah menjadi manusia dan tinggal diantara kita.Ada tiga cara membaca alkitab:


1. Lectio Devina yang artinya bacaan suci.Cara paling sederhana untuk membaca dan meresap Sabda Tuhan.  Pertama-tama ambillah salah satu ayat yang paling menarik perhatianmu.   Misalnya: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu” atau “Yesus Anak Daud, kasihanilah aku”.  Masing-masing orang bebas memilih.Kemudian diucapkan dan diulang terus menerus ayat pilihan tersebut seperti sapi yang mengunyah rumput berulang-ulang di dalam mulutnya hingga sangat lembut agar meresap ke segala pori.  Ambillah Alkitab itu dan makanlah pahit di mulut namun tetap manis di perut.


2. MeditasiDalam menggunakan Kitab Suci dapat dengan cara meditasi; berasal dari kata meditare yang artinya merenung dan berpikir-pikir. Bila kita memandang Kitab Suci sekedar sebagai buku pengetahuan maka kita bermeditasi.Cara ini melahirkan istilah pendalaman Kitab suci yang membuat umat kurang tertarik pada Kitab Suci. Mengapa?  Karena kita harus membaca, menganalisa, mencari makna layaknya para ahli mengulas isi Kitab Suci. Timbul kekhawatiran adanya salah tafsir Kitab Suci dan menjadikannya kering dan membosankan. Ada gunanya kita mengerti  Kitab Suci, namun kita dituntut menjadi seorang  ahli tafsir.  Mengerti itu baik namun m3ngalami perjumpaan dengan Sang Sabda jauh lebih baik.3. KontemplasiDapat juga membaca Kitab Suci dengan cara kontemplasi yang berasal dari kata contemplare yang artinya memandang hingga meresapi dengan seluruh indera kita.Cara ini bermakna sangat dalam karena tidak hanya sekedar tahu, paham dan mengerti namun mengalami dengan seluruh panca indera.  Rasakan dan nikmatilah betapa baiknya Allah.Dalam dunia komunikasi modern ini, kita dapat menerima informasi melalui gambar dan suara; namun juga dapat memasukkan virus yang merusan dan anti virus yang menangkal dan memperbaikinya. Dunia komunikasi belum dapat mengirim rasa dan bau-bauan; seperti rasa gudeg Yogya atau wanginya bunga belum bisa kita peroleh dari dunia social media (sosmed).Ketika kita mendengar orang bercerita tentang makanan kesukaan kita,  tanpa kita sadari mata kita tiba-tiba berbinar-binar dan air liur kita menetes. Ketika seorang sahabat bercerita tentang pengalaman sedih atau gembira, kitapun turut serta meneteskan airmata atau bersorak gembira. Kitab Suci adalah kitab yang bercerita tentang pengalaman manusia akan pertemuannya dengan Allah yang Kudus.Bila kita memandang Kitab Suci sebagai kumpulan kesaksian, peristiwa dan  pengalaman kehadiran  Allah maka kita berkontemplasi. Untuk berkontemplasi kita musti merindukan pertemuan dengan Allah.  Kerinduan lahir dari cinta kasih yang mempunyai daya tarik yang luar biasa. “Dan bila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku”.Ketika itu Agustinus belum bertobat dan dalam keadaan kacau, dia mendengar suara “tole tole lege! Ambillah Kitab Suci itu dan bacalah!”  Dan Agustinus yang merindukan Allah ditarik untuk menerima cinta-Nya.  “Laksana rusa mendambakan air jiwaku merindukan Tuhan”. Kerinduan Agustinus terpuaskan saat dia mulai membaca Kitab Suci dan bertemu dengan Allah.Bacalah kita suci dengan penuh dengan kerinduan.Tuhan Allah aku merindukan Engkau.Aku rindu mengenal-Mu.Aku rindu mendengar suara-Mu.Aku rindu memandang-Mu.Aku rindu merasakan jamahan kehadiran-Mu.Seperti seorang  merindukan kehadiran kekasih, hatiku merindukan kehadiran-Mu.Aku akan bersuka-cita menantikan kehadiran-Mu, karena Engkaulah sumber hidupku.Cecaplah dan resapkanlah betapa baiknya Tuhan; dan lihatlah pula Allah mata-Nya selalu tertuju pada kita. Pandangan-Nya teduh, lembut, hangat, penuh kasih, pengertian, tidak menuduh maupun  memojokkan dan menghakimi.Dalam kontemplasi kita dan Allah saling memandang.Selamat berkontemplasi!

copyright parokivianney.org

Managed by