Indonesia menjadi Tuan Rumah Asian Youth Day 2017

Diperbarui: 4 Mei 2019


Foto: Komsos

“Asian Youth Day (AYD) diadakan setiap 3-5 tahun sekali sejak tahun 1999 di area Asia untuk mengajak orang muda se-Asia dalam mempromosikan budaya solidaritas dan membangun kesadaran yang mendalam mengenai tugas mereka di gereja dan masyarakat. Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia yang telah diberi kepercayaan menjadi tuan rumah AYD 2017. Kami berharap,  seluruh Orang Muda Katolik di Indonesia dan Asia dapat turut serta dalam semangat tema yang diadakan  dengan semakin memahami pentingnya kebersamaan di tengah perbedaan.”


Hal tersebut disampaikan oleh Mgr Ignatius Suharyo selaku Ketua KWI dalam Konferensi Pers Asian Youth Day 2017, Rabu (08/03/2017) bertempat di Kantor KWI. Dalam konferensi pers ini Mgr Ignatius Suharyo didampingi Mgr. Pius Riana Prapdi, Ketua Komisi Kepemudaan KWI dan RD Antonius Harianto, Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI, dan RD Budi Purwantoro, Ketua Pelaksana AYD di Yogyakarta.


Mgr. Pius Riana Prapdi selaku Ketua Komisi Kepemudaan KWI mengatakan, “ Tema AYD 2017 ini apabila diterjemahkan dapat berarti ‘Suka Cita Injil di Tengah Masyarakat Asia Yang Majemuk’, kali ini AYD menekankan pentingnya merayakan perbedaan dalam masyarakat multikultural. Sesuai dengan visi dan misi Komisi Kepemudaan KWI, kami ingin mengajak Orang Muda Katolik di Asia untuk mengembangkan diri, menumbuhkan solidaritas, kepekaan sosial terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa di Asia, seperti kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup, pelanggaran HAM, narkoba, intoleransi, ketidakadilan. ”


“Dewasa ini perbedaan merupakan aset yang seharusnya dapat kita manfaatkan.Kemajemukan bangsa Asia, justru menjadi modal utama Orang Muda Katolik untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Lewat perjumpaan di antara orang muda Katolik, dari berbagai negara, diharapkan mereka dapat berbagi pengalaman, refleksi iman maupun wawasan, sehingga memperkokoh komitmen keyakinan demi masa depan mereka yang lebih baik.” Imbuh Mgr Pius Riana Prapdi.


Antonius Haryanto selaku Ketua Umum AYD 2017 turut menjelaskan, “Kegiatan AYD 2017 ini diharapkan dapat menumbuhkan tingkat toleransi Orang Muda Katolik. Dengan melihat dan merasakan langsung budaya, bahasa dan karakter yang begitu berbeda, para peserta dapat merasakan kompleksitas dalam hidup di tengah masyarakat majemuk. Nuansa persaudaraan dan kekeluargaan selama AYD diharapkan membantu Orang Muda Katolik mengembangkan diri, menumbuhkan solidaritas, dan komitmen untuk mewujudkan masa depan global yang lebih baik. Kami menyambut baik semua peserta AYD dari seluruh Negara Asia dan kami harap kami dapat memberi sedikit gambaran tentang kehidupan majemuk di Indonesia yang tentunya juga penuh warna dan berbeda.”


Sebagai informasi bahwa Asian Youth Day (AYD) 2017 yang ke-7 akan diselenggarakan di Yogyakarta, Indonesia, pada 30 Juli – 9 Agustus 2017 diikuti delegasi dari 26 negara di benua Asia. Setelah sebelumnya diadakan di Daejeon, Korea Selatan, pada tahun 2014, kegiatan yang merupakan ajang pertemuan Orang Muda Katolik se-Asia ini akan kembali mengumpukan 3.000 orang muda Katolik dari 29 negara Asia. Tema yang disampaikan pada AYD 2017 adalah “Joyful Asian Youth : Living the Gospel in Multicultural Asia!”.

Kegiatan AYD 2017 di Indonesia sendiri dibagi menjadi 3 tahap yakni: Days in the Diocese, Days in AYD’s Venue dan Asian Youth Ministers’ Meeting (AYMM)‎.


Days in the Diocese. Peserta melakukan live in di keuskupan – keuskupan negara tuan rumah diantaranya lima keuskupan agung (Pontianak, Makassar, Palembang, Semarang dan Jakarta) dan enam keuskupan (Malang, Denpasar, Surabaya, Purwokerto, Bandung, dan Bogor) di Indonesia. Di sini peserta belajar dengan saling memberikan pengalaman dan membangun kedekatan antara peserta.


Days in AYD’s Venue. Pada acara ini peserta berkumpul di satu lokasi untuk berbagi mengenai kisah mereka masing-masing dari latar belakang yang begitu berbeda dan mengambil garis lurus yakni kekuatan iman mereka. Para peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan sharing, refleksi, doa bersama dan perayaan misa dengan beberapa tema yang akan disajikan.


Asian Youth Ministers’ Meeting (AYMM)‎. Acara ini merupakan acara khusus bagi para pembina Orang Muda Katolik dari negara-negara Asia. Para Pembina akan dibekali untuk bisa membina dan mendorong Orang Muda Katolik untuk bisa menjadi semakin berkembang dan berkontribusi baik di gereja maupun masyarakat.


Sebagai bagian dari rangkaian acara AYD 2017, KWI juga mengadakan acara pra-event yakni Joyful Run&Walk di Jakarta pada tanggal 7 Mei 2017 dengan target 5.000 peserta. Acara ini mengajak masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk membangun kesatuan dan persaudaraan lewat olahraga lari bersama. Di sini orang muda seluruh Jakarta dan sekitarnya dapat mulai merasakan spirit dari AYD 2017. (Beny)


Platform online berkaitan dengan Asian Youth Day dapat diakses melalui:

Facebook: asianyouthday

Twitter: AYD2017

Instagram: asianyouthday2017

Website: asianyouthday2017.org

Joyfulrun: joyfulrunregristration.com


Untuk informasi lebih lengkap, hubungi:            

Rm. Antonius Haryanto

Komisi Kepemudaan KWI

M: 0813 1219 5556

hazak_fr@yahoo.com


Lisa Esti Puji

Komisi Kepemudaan KWI

M :0813-2877-746

lisaestipuji@gmail.com

copyright parokivianney.org

Managed by