Ibadat Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta, Cium Salib Ditiadakan


Ritual liturgi pada ibadat Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta disederhanakan untuk mencegah kontak fisik di masa pandemi Covid-19. Humas Keuskupan Agung Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie mengatakan ritual mencium salib pada Jumat Agung ini ditiadakan untuk menghindari kontak fisik. Pada Ibadat Jumat Agung, umat merenungkan dan memperingati sengsara dan wafatnya Yesus disalib demi menebus dosa umat manusia. Biasanya, umat melakukan penghormatan salib dengan mencium salib dan berlutut. "Di masa pandemi ini, umat yang hadir di gereja menghormati salib dari tempat duduk masing-masing. Petugas akan mengangkat salib di depan," kata Susyana di Jakarta, Jumat 2 April 2021.

Ibadat Jumat Agung di Katedral Jakarta dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yakni pukul 15.00 yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Kardinal Ignatius Suharyo. Sesi kedua pukul 18.00 dipimpin oleh Romo Albertus Hani Rudi Hartoko. Gereja Katedral menerapkan pembatasan umat yang hadir di gereja, yakni hanya 20 persen dari total kapasitas atau 309 orang. Umat dibagi di 2 lokasi, yaitu di dalam gereja 200 orang dan Plaza Maria sebanyak 109 orang. Umat yang hadir di gereja Katedral harus mendaftar di situs belarasa.id untuk memastikan umat termasuk dalam Paroki Katedral. "Di ibadat pertama terdaftar hampir penuh 309 orang, kemudian ibadat kedua sekitar 90 persen, mungkin sebentar lagi penuh," kata Susyana.

Umat yang akan mengikuti ibadat trihari suci Paskah di Gereja Katedral diimbau untuk tidak membawa barang berlebihan seperti tas besar. Hal ini untuk mempercepat pemeriksaan melalui metal detector, maupun x-ray sebelum memasuki gereja. (sumber: metro.tempo.co)