Arah Dasar KAJ 2022 – 2026: Mengasihi, Peduli, dan Bersaksi


Arah Dasar menjadi pedoman bersama serta arah pengutusan dalam mengabdi nusa dan bangsa Indonesia. Tentu saja Arah Dasar harus dihayati dalam kesatuan dengan seluruh Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta.

Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) membingkai tahun 2021 sebagai Tahun Refreksi di mana setelah melewati Tahun 2016-2020 mengamanatkan sebuah gerak kehidupan menggereja melalui ARDAS (Arah Dasar) dengan tema “Amalkan Pancasila” untuk mengajak umat merefleksikan kembali peziarahan iman selama lima tahun yang telah lalu.

Kini, memasuki tahun 2022 KAJ mencanangkan ARDAS yang baru sebagai pedoman dalam peziarah iman umat Katolik khususnya di wilayah Keuskupan Agung Jakarta melalui tema Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (ARDAS KAJ) “Tahun Penghormatan Martabat Manusia”.

8 Januari 2022 misa yang dilaksanakan dengan konselebran utama oleh Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo secara resmi Pencanangan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta tahun 2022-2026 dibuka. Misa tersebut disiarkan langsung melalui kanal YouTube oleh Gereja Katedral St Maria Diangkat ke Surga, Jakarta pukul 17.00 WIB.


Peduli Terhadap Sesama

Melalui homilinya dalam perayaan Ekaristi yang bertepatan dengan Pesta Pembaptisan Tuhan, Bapa Uskup menyerukan umat Katolik Indonesia untuk dapat menunjukkan wajah kasih Tuhan selama empat tahun ke depan di mana terdapat lima nilai yang terkandung dalam Ajaran Sosial Gereja (ASG) yaitu, pertama, Nilai Hormat Terhadap Martabat Manusia; kedua, Mengusahakan Kebaikan Bersama; ketiga, Merawat dan Mengembangkan Solidaritas; keempat, Memberi Perhatian Lebih Kepada Saudara-Saudari Kita Yang Kurang Beruntung; dan kelima, Merawat Alam Ciptaan Tuhan Sebagai Rumah Kita Bersama.

Kardinal Suharyo menutup homilinya dengan meminta umat untuk berdoa keusukupan agung agar semakin menampilkan wajah Allah yang peduli terhadap manusia. Wajah Allah yang peduli terhadap alam ciptaan. Dan misa pencanangan ARDAS tahun 2022-2026 ditutup dengan pemberkatan banner ARDAS dan Sinode KAJ.


Lambang Tahun Penghormatan Manusia

Di tahun 2022 ini memaknai logo dengan bentuk bulat sebagai representasi dari Hosti Kudus Perayaan Ekaristi, Lambang KAJ – Gembala Baik dan Murah Hati sebagai identitas umat beriman sebagai persekutuan umat Allah dan semangat Gembala Baik dan Murah Hati disetiap karya dan pelayanan di Tahun Penghormatan Martabat Manusia; Salib Yesus warna merah sebagai lambang kasih dan pemberian diri-Nya yang utuh dan warna merah tua melambangkan darah Kristus yang tercurah bagi manusia. Latar belakang merah putih sebagai simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia tempat setiap umat KAJ bertumbuh dan berbuah;

Mengasihi-Peduli-Bersaksi menjadi lambang bahwa umat KAJ dipanggil untuk semakin mengasihi, semakin peduli, dan semakin bersaksi di kehidupan sehari-hari. Siluet Manusia Menggandeng Lansia dan Difabel menggambarkan kita dipanggil untuk memperhatikan dan melindungi setiap pribadi manusia terutama mereka yang kecil, lemah, tertindas dan difabel; Tangan Warna Hijau Muda dan Tua Menghadap Atas dan Bawah menyimbolkan kedamaian, kelembutan dan kesegaran. Tangan menghadap ke atas menjadi simbol pemulihan Allah dari setiap pelayanan yang diupayakan di tahun Penghormatan Martabat Manusia dan tangan menghadap ke bawah menjadi simbol tindakan manusia yang mampu makin mengasihi, peduli dan makin bersaksi di sekitarnya.

Dengan pedoman Arah Dasar (ARDAS) KAJ Tahun 2022-2026, umat Katolik diharapkan agar mendalami pokok-pokok Ajaran Sosial Gereja (ASG). Menemukan jalan kreatif untuk melaksanakannya sebagai usaha kita untuk mewujudkan iman kita secara semakin kontekstual. Tahun Martabat Manusia ini memiliki slogan “Mengasihi, Peduli, Menjadi Saksi”, Keuskupan Agung Jakarta ingin umat Katolik meramaikan panggilan untuk mencintai dan peduli bagi sesamanya dengan menyerukan slogan tersebut.

Selamat Memasuki Tahun Penghormatan Martabat Manusia 2022. (Angel- Disadur dari berbagai sumber)